JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu mengusulkan tiga nama yang diharapkan bisa menduduki jabatan menteri BUMN.
Tiga nama yang diusulkan organisasi pimpinan FX Arief Poyuono tersebut yakni Budi Karya Sumadi, Tito Sulistio dan Achmad Baiquni.
"Itu (tiga nama) merupakan hasil rapat sekitar dua minggu yang lalu. Saya sendiri tidak hadir, tetapi menandatangani keputusan tersebut. Berarti, saya sudah setuju apapun hasil rapat tersebut," kata Arief Poyuono di Jakarta.
Arief pun menjelaskan, alasan tiga nama ini yang disepakati dalam rapat FSP BUMN Bersatu yang dipimpin Ferdinand Situmorang dan Tri Sasono.
"Kita tahu lah, mereka kan punya track record yang baik. Jadi kami putuskan untuk tiga nama itu. Tetapi, tetap hak prerogatif ada di tangan presiden dalam menentukannya. Misalkan, Pak Jokowi tetap memilih Bu Rini (Menteri BUMN sekarang) juga sangat baik untuk keberlanjutan pengelolaan BUMN," tutur Arief yang juga politisi Partai Gerindra.
Budi Karya Sumadi merupakan alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) yang saat ini menjabat menteri perhubungan dan pernah menjadi Dirut Angkasa Pura 2.
Kemudian, Tito Sulistio yang pernah menjabat Dirut Bursa Efek Indonesia (BEI) menyelesaikan pendidikan sarjana strata satu (S-1) di Universitas Indonesia, serta S-2 di Brussel City College Belgia, dan S-3 bidang hukum di Universitas Pelita Harapan.
Sedangkan, Achmad Baiquni meraih gelar sarjana strata satu dalam bidang ekonomi di Universitas Padjajaran, lalu melanjutkan pendidikan di Asian Institute Management, Filipina. Baiquni saat ini menjadi Dirut BNI.
Meski mengajukan ketiga nama tersebut, Arief menegaskan, FSP BUMN Bersatu tetap mendukung apapun keputusan Presiden Joko Widodo nantinya.

Share this article
Tiga nama yang diusulkan organisasi pimpinan FX Arief Poyuono tersebut yakni Budi Karya Sumadi, Tito Sulistio dan Achmad Baiquni.