JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Kebakaran hutan di lereng Gunung Semeru, Jawa Timur semakin meluas dari 20 hektare menjadi 60,4 hektare.
Seperti dilaporkan SPTN Wilayah III Resort Ranupani yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lumajang, Rabu (25/9/2019).
''Luas kebakaran mencapai 60,4 hektare dan masih dalam proses pemadaman sehingga luasnya kemungkinan terus bertambah,'' kata Kepala Bidang Kesiapsiagaan, Kedaruratan, dan Logistik BPBD Lumajang Wawan Hadi Siswoyo.
Hingga hari ke empat, upaya pemadaman api di jalur pendakian Gunung Semeru yang merupakan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dilaksanakan di Blok Pusung Gendero, Ayek-ayek, Ungup-ungup, dan Batu tulis Resort PTN Ranupani.
Wawan menjelaskan, vegetasi yang terbakar yakni semak-semak, krinyu, serasah dan rumput, genggeng, kemlandingan, pakis, akasia, dan cemara.
''Vegetasi tersebut sangat mudah sekali terbakar saat musim kemarau,'' ujarnya.
Masih ada empat titik api yang belum bisa dikendalikan karena pengaruh angin kencang serta medan yang bertebing dan berbukit.
''Kondisi di Pos Ranupani maupun Ranu Kumbolo sudah tidak ada aktifitas pendakian atau steril. Untuk Blok Batu Tulis dan sekitarnya masih ada titik api dan upaya pemadaman sudah dilakukan oleh petugas gabungan,'' jelasnya.
Teknik pemadaman dilakukan dengan cara mendekati titik api yang bisa dijangkau kemudian mematikan dengan jetshoter, gepyok atau ranting pohon. Dan membuat sekat datar agar api tidak meluas.
''Pada medan tebing yang terjal dan sulit dijangkau dilakukan pemantauan arah angin karena faktor keselamatan petugas saat melakukan pemadaman tetap kami tekankan,'' kata Wawan.

Share this article
Kebakaran hutan di lereng Gunung Semeru semakin meluas dari 20 hektare menjadi 60,4 hektare.