JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis perekembangan kebakaran hutan dan lahan di seluruh Indonesia sepanjang Januari hingga Agustus 2019. Keseluruhannya mencapai 328.724 hektare.
"Luas lahan terbakar terbanyak ada di Provinsi Riau, yaitu mencapai 49.266 hektare," kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB Agus Wibowo melalui siaran persnya di Jakarta, Jumat (20/9/2019).
Sementara karhutla di Kalimantan Tengah dan mencakup area seluas 44.769 hektare, Kalimatan Barat (25.900 hektare), Kalimantan Selatan (19.490 hektare), Sumatera Selatan (11.826 hektare), dan Jambi (11.022 hektare).
Agus juga menyampaikan, pada Jumat pagi tadi pukul 09.00 WIB dilaporkan sebanyak 5.086 jumlah titik panas, terbanyak di Kalteng dengan 1.443 titik panas disusul Kalimantan Barat (1.384), Jambi (695), Sumatera Selatan (532), Riau (187), dan Kalimantan Selatan (169).
Kebakaran hutan dan lahan menimbulkan kabut asap yang menurunkan kualitas udara.
Di Kalteng, indeks standar pencemaran udara tercatat 344 menunjukkan bahwa konsentrasi pencemar udara sudah dalam kategori berbahaya. Kualitas udara di Sumatera Selatan juga menurun dengan indeks standar pencemar udara 302, termasuk kategori berbahaya.
Sedangkan indeks standar pencemar udara di Riau tercatat 226, menunjukkan udara dalam keadaan sangat tidak sehat, sementara di Kalbart dan Jambi indeks standar pencemaran udaranya masing-masing 177 dan 154, termasuk dalam kategori tidak sehat.

Share this article
Pada Jumat pagi tadi pukul 09.00 WIB dilaporkan sebanyak 5.086 jumlah titik panas, terbanyak di Kalteng dengan 1.443 titik panas