AYOJAKARTA.COM -- Kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran nanti dikabarkan jumlah menterinya lebih banyak dari Jokowi-Ma’ruf.
Terkait dengan jumlah menteri di kabinet Prabowo-Gibran yang lebih banyak, wakil presiden memberikan tanggapannya.
Wakil presiden RI Ma’ruf Amin menyebutkan tidak masalah dengan jumlahnya tetapi ada hal yang lebih penting.
Apakah itu? Berikut penjelasan Ma’ruf Amin dikutip dari YouTube KOMPASTV pada Jumat, 18 Oktober 2024:
Wakil presiden RI Ma’ruf Amin mengatakan tidak masalah dengan jumlah dan pembagian kerja para menteri di kabinet Prabowo-Gibran nanti.
“Pembagian pekerjaan untuk wilayah kerja per bidangnya saya rasa tidak masalah,” ujar wapres.
Wakil presiden RI tersebut mengatakan kalau yang penting adalah koordinasi terjadi di antaranya.
Koordinasi maksudnya antara kementerian dan menteri koordinator itu bekerja dengan lebih efektif.
“Kementerian atau menteri koordinator di satu sisi yang melakukan koordinasi itu harus efektif dan kolaboratif,” jelasnya.
Sementara mantan wapres (wakil presiden) Jusuf Kalla menanggapi kalau soal jumlah itu merupakan hak prerogatif presiden.
Meskipun di dalam undang-undang yang baru terdapat batasan yaitu berjumlah 34 kementerian.
“Ya itu hak prerogatif presiden. Apalagi undang-undang yang baru itu batasan 34 itu (kementerian),” ujar Jusuf Kalla.
Ia menambahkan kalau jumlahnya memang tergantung dari kebutuhan dan apa yang disampaikan presiden terpilih.
“Jadi itu kan semua tergantung pada kebutuhan dan apa yang disampaikan presiden terpilih,” akhirnya.
Share this article
Kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran nanti dikabarkan jumlah menterinya lebih banyak dari Jokowi-Ma’ruf.