AYOJAKARTA.COM -- Presiden terpilih, Prabowo Subianto mengadakan pembekalan untuk para calon anggota kabinet kepemimpinannya dengan Gibran Rakabuming Raka.
Pembekalan tersebut diadakan pada Rabu, 16 Oktober 2024 yang diikuti oleh para calon menteri.
Di dalam acara pembekalan tersebut diisi dengan pemaparan materi tentang geopolitik, kenegaraan, kepemimpinan dan juga terkait dengan produk domestik bruto (PDB).
Diketahui, Prabowo Subianto sebagai presiden terpilih di hari Senin, 14 Oktober dan Selasa, 15 Oktober lalu sudah memanggil 108 orang yang akan menjadi kandidat calon anggota kabinet di dalam pemerintahannya dengan Gibran Rakabuming mendatang.
Kabinet Prabowo-Gibran tersebut juga disebut dengan kabinet gemuk atau gemoy. Hal tersebut dikarenakan berisi ratusan orang dan kemungkinan akan bertambah dengan adanya potensi tambahan dari PDIP yang saat ini Prabowo-Megawati masih diisukan akan bertemu sebelum pelantikan.
Lalu, akankah dengan adanya kabinet gemoy atau gemuk ini, kabinet Prabowo-Gibran tersebut bisa solid bekerja?
Menurut Pengamat Politik, Rocky Gerung adanya pembekalan yang dilaksanakan di Hambalang adalah satu cara yang dilakukan Prabowo Subianto untuk memulai persiapan kepemimpinannya.
“Jadi sekali lagi pembekalan yang sedang berlangsung di Hambalang itu satu cara baru untuk memulai persiapan memimpin dengan paradigma yang sangat mungkin akan bersifat pengendalian. Pengendalian artinya perspektifnya dimulai dengan pembekalan lalu kebijakan akan dihitung berdasarkan arah pembekalan itu” ucapnya, dikutip dari Youtube Rocky Gerung Official, pada Kamis, 17 Oktober 2024.
Rocky Gerung mengatakan bahwa tidak mungkin Prabowo Subianto mengadakan pembekalan tersebut hanya untuk pembukaan saja.
“Kan tidak mungkin pak Prabowo menganggap bahwa pembekalan ini sekedar semacam ceremonial untuk memulai suatu sistem pemerintahan kelihatannya memang dipilih beberapa tema itu soal pendidikan misalnya” ujarnya.
“Yang akhirnya adalah pakar dari London itu, yang bahkan memulai semacam ide bahwa pendidikan itu harus betul-betul dimulai dengan keinginan untuk mendewasakan dan melibat meliberalkan manusia itu” lanjutnya.
Kemudian, menurut Rocky Gerung semuanya itu bisa dinilai nanti setelah dievaluasi oleh Prabowo Subianto.
“Jadi semua hal itu kita masih bisa nilai nanti, mungkin setelah selesai dievaluasi. Lalu ada Pak Prabowo kasih closing speech dan publik tentu akan bertanya melalui media massa ujung dari pembekalan ini apa?” ucapnya.
“Jadi semua ini kita tunggu keterangan Pak Prabowo” tutupnya.
Share this article
Akankah dengan adanya kabinet gemoy atau gemuk ini, kabinet Prabowo-Gibran tersebut bisa solid bekerja?