Bobibos Punya Saingan, Pemkab OKU Kembangkan Bahan Bakar Pakai Bahan Baku Jerami

Jerami Bahan Baku Pembuatan Bobibos. (Sumber: Pixabay/bogitw)

Jerami Bahan Baku Pembuatan Bobibos. (Sumber: Pixabay/bogitw)

AYOJAKARTA.COM - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, mulai melirik peluang besar di sektor energi terbarukan.

Setelah inovasi Bobibos ramai diperbincangkan karena mampu mengubah jerami menjadi BBM setara RON 98, kini Pemkab OKU Timur juga menyiapkan langkah serupa dengan memanfaatkan jerami sisa panen sebagai bahan bakar alternatif ramah lingkungan.

Minat besar ini disampaikan langsung oleh Bupati OKU Timur, Lanosin Hamzah, saat melantik Pengurus Dekranasda OKU Timur periode 2025–2030 di Martapura, Senin (24/11/2025).

Baca Juga: Bobibos Siapkan Mesin Portable Khusus untuk Olah Jerami Jadi Bahan Bakar, Produksi Lebih Cepat dan Efisien

Ia menegaskan bahwa potensi lokal tidak hanya ada pada produk kerajinan, tetapi juga pada pengolahan limbah pertanian yang bernilai strategis, termasuk jerami dan sabut kelapa.

Selama ini jerami sering kali dibakar petani setelah panen. Padahal, limbah pertanian tersebut dapat diolah menjadi bahan bakar tinggi oktan yang lebih ramah lingkungan.

Bupati Lanosin menilai, teknologi ini bukan hanya memungkinkan efisiensi energi, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.

Inspirasi ini tak lepas dari keberhasilan Bobibos, inovasi energi terbarukan yang mampu menghasilkan BBM dengan nilai oktan 98,1 berdasarkan hasil uji laboratorium Lemigas.

Baca Juga: Rahasia Dapur Proses Pengolahan Jerami jadi BOBIBOS Diungkap Sang Founder, Ternyata Punya Serum Ajaib Ini

Proses produksi Bobibos melibatkan tahapan bioenergi kompleks, termasuk penyuntikan serum khusus untuk meningkatkan efisiensi konversi jerami menjadi energi.

Salah satu terobosan terbesar Bobibos adalah rencana menghadirkan mesin produksi portable yang dipasang di atas truk fuso.

Dengan konsep ini, pengolahan jerami dapat dilakukan langsung di desa-desa, mengikuti lokasi panen tanpa perlu memindahkan bahan baku ke pabrik.

“Jerami akan masuk ke dalam truk dan semuanya akan diolah di dalam truk tersebut,” kata founder Bobibos, M. Ikhlas Thamrin, dalam unggahan Instagram-nya. Pendekatan ini dinilai mampu memangkas biaya logistik sekaligus mempercepat produksi.

Baca Juga: Founder BOBIBOS Pernah Kembangkan Inovasi 'Kompor Pulsa', tapi Diputuskan Mandek karena Alasan Ini

Teknologi yang langsung turun ke lahan petani ini disambut positif berbagai pihak, termasuk Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang ikut melakukan uji coba di Subang. Hasilnya, bahan bakar Bobibos berhasil menyalakan mesin traktor diesel tanpa kendala.

Bobibos membuka peluang pendapatan baru bagi petani. Dengan rasio konversi mencapai 3.000 liter per hektar, wilayah seperti Lembur Pakuan yang memiliki potensi hingga 1.000 hektar mampu menghasilkan jutaan liter bahan bakar per musim. Ini menjadi peluang ekonomi besar yang tak pernah ada sebelumnya.

Untuk memperluas pemanfaatan, Bobibos juga menyiapkan konsep “Bobibos Mini” yang memungkinkan desa-desa dan ibu-ibu PKK menjadi agen penjual bahan bakar.

Model ini mengurangi biaya distribusi, memperkuat ekonomi lokal, dan mengurangi ketergantungan pada subsidi energi nasional. Bukan hanya pemerintah daerah dan petani, industri transportasi juga menunjukkan dukungan kuat.

Baca Juga: Founder Tekankan BOBIBOS Bukan Etanol: Teknologi dan Bahannya Saja Sudah Berbeda!

PO Primajasa, melalui pemiliknya H. Amir Mahpud, menyatakan siap mengoperasikan armadanya menggunakan Bobibos karena performanya lebih halus dan lebih irit dibanding bahan bakar konvensional.

Dengan semakin luasnya penerapan teknologi bahan bakar berbasis jerami, langkah Pemkab OKU Timur mengembangkan inovasi serupa menandai babak baru dalam pemanfaatan limbah pertanian.

Jika dikembangkan serius, OKU Timur berpotensi menjadi salah satu sentra energi terbarukan berbasis jerami di Sumatera Selatan.

Sinergi antara inovasi lokal seperti Bobibos, dukungan pemerintah daerah, dan keterlibatan industri membuat energi berbahan baku jerami tidak lagi sekadar wacana.

Ini adalah masa depan energi Indonesia yang lebih mandiri, berkelanjutan, dan ramah lingkungan lahir dari jerami yang selama ini dianggap tidak bernilai.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Metropolitan 04 Jun 2026, 07:47 WIB

679 Jiwa Terdampak Kebakaran Kemayoran, Dinsos DKI Berikan Bantuan Logistik: Makanan hingga Layanan Dukungan Psikososial

Dinas Sosial DKI Jakarta diketahui memberikan bantuan logistik berupa makanan siap saji, kebutuhan dasar, perlengkapan keluarga dan sekolah, termasuk Layanan Dukungan Psikososial serta dukungan hunian

Metropolitan 04 Jun 2026, 07:11 WIB

Prediksi Cuaca DKI Jakarta Kamis 4 Juni 2026: 4 Wilayah Serentak Hujan Sore hingga Malam Hari

Informasi seputar prediksi cuaca DKI Jakarta dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada hari Kamis, 4 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 22:20 WIB

Aturan Baru Cukai Rokok dan Kemasan Polos, Sanggupkah 6 Juta Pekerja Tembakau Bertahan?

Layer baru cukai 2026 & aturan kemasan polos ancam industri rokok legal. Kebijakan ini dinilai memicu PHK masif bagi 6 juta pekerja & petani. Ahli desak penguatan hukum nyata, bukan regulasi baru.

Pendidikan 03 Jun 2026, 21:51 WIB

UIC Creative Showcase 2026 bertema “The Great Britain Festival in Indonesia” Saatnya Unjuk Gigi di Negeri Inggris Raya

UIC College, dibawah naungan USG Education Group menggelar UIC Creative Showcase 2026 bertema "The Great Britain Festival in Indonesia".

Nasional 03 Jun 2026, 20:58 WIB

Dilema Cukai Rokok 2026, Mengapa Produsen Legal Merasa Dikorbankan oleh Layer Baru Menkeu?

Rencana layer baru cukai 2026 untuk akomodasi rokok ilegal dinilai tidak adil bagi pabrikan patuh. Kebijakan ini memicu moral hazard, ancam pangkas Rp150 T kas negara, dan rontokkan industri legal.

Bisnis 03 Jun 2026, 20:40 WIB

BTN Perluas Program Bayar Angsuranmu dengan Sampahmu ke 8 Provinsi

BTN berkolaborasi dengan Bank Sampah Muria Berseri Kudus untuk mendorong pengurangan emisi dan pengelolaan sampah bernilai ekonomi.

Nasional 03 Jun 2026, 19:24 WIB

Dampak Kenaikan Harga Bioetanol Terhadap Program Mandatori B50 2026

Target mandatori B50 RI pada 2026 untuk stop impor solar terancam kenaikan harga bioetanol (Rp8.062/liter). Lonjakan akibat pelemahan kurs rupiah ini berisiko membengkakkan beban subsidi energi negara

News 03 Jun 2026, 17:51 WIB

Kasus Jual Beli SPPG? Mantan Petinggi BGN: Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Ditahan Kejagung!

Setelah dicopot, mantan Kepala BGN Dadan Hindayana akhirnya ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dan dibawa ke mobil pada Rabu, 3 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 17:24 WIB

Ironi Transisi Energi, Saat Kurs Rupiah Rp17.000 Ikut Mengerek Harga Biodiesel dan Bioetanol

Transisi energi Indonesia terganjal kurs rupiah di atas Rp17.000/USD. Meski bahan baku lokal, biaya konversi bioetanol & biodiesel Juni 2026 pakai denominasi dolar AS, bikin harga BBN rapuh & mahal.

Pendidikan 03 Jun 2026, 17:18 WIB

SPMB SMP DKI Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Simak Persyaratan dan Batas Waktu Verifikasi Akun

Tahapan prapendaftaran SPMB Jakarta 2026 ini dijadwalkan akan terus berlangsung hingga 10 Juni 2026.

Otomotif 03 Jun 2026, 17:05 WIB

Awas Ketinggalan! Program Pemutihan Pajak dari Bapenda DKI Hanya 3 Bulan Saja Loh, Catat Tanggalnya Ya...

Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI memberikan keringanan untuk penghapusan sanksi PKB dan BBNKB mulai 1 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 16:27 WIB

Siapa Saja Sosok Pimpinan Baru di Badan Gizi Nasional? Intip Profilnya

Presiden Prabowo rombak total pimpinan Badan Gizi Nasional akibat program Makan Bergizi Gratis rapor merah (20rb kasus keracunan & 98% dapur ilegal). Nanik S. Deyang ditunjuk jadi Kepala BGN baru.

Nasional 03 Jun 2026, 15:42 WIB

Badan Gizi Nasional Diguncang Geledah Kejagung dan Perombakan Total, Ada Apa?

Presiden Prabowo copot Kepala BGN Dadan Hindayana akibat rapor merah program Makan Bergizi Gratis (20 ribu kasus keracunan). Kantor BGN pun digeledah Kejagung terkait dugaan korupsi dan unit ilegal.

Bisnis 03 Jun 2026, 15:18 WIB

Gandeng Pertamina Patra Niaga JBB, Kelompok Kampung Sirih Mandiri Finansial Berkat Bisnis Ecoprint

Pertamina Patra Niaga Regional JBB gelar Pelatihan Ecoprint di Kampung Sirih Serpong demi bangun ekonomi sirkular dan SDGs.

Teknologi 03 Jun 2026, 15:17 WIB

Fitbit Air Resmi Meluncur, Gelang Pintar Google Tanpa Layar dan Bebas Biaya Langganan

Google merilis Fitbit Air, gelang kesehatan tanpa layar seberat 12 gram seharga Rp2,6 juta. Berfitur lengkap, tahan air 50m, baterai 7 hari, dan tanpa biaya langganan bulanan untuk fitur intinya.

Gadget 03 Jun 2026, 14:43 WIB

In This Economy, Infinix HOT 70 Hadir dengan Harga Murah Meriah tapi Spesifikasi Mengejutkan

Infinix HOT 70 hadir dengan bodi tipis 7,49mm, baterai 6000mAh, Helio G100, dan kamera 50MP yang bagus. Meski layar masih HD, David GadgetIn merekomendasikan varian 4/128GB (Rp2,2 juta).

Viral 03 Jun 2026, 14:04 WIB

KPID DKI Jakarta Respons Kasus Viral Tayangan JakTV yang Jadi Sorotan Publik

Sebagai bentuk respons laporan dari warganet mengenai siaran JakTV pada Senin (1/6) sekitar pukul 09.12 WIB yang menuai sorotan publik.

Metropolitan 03 Jun 2026, 13:43 WIB

Daerah Luar DKI Bisa Daftar! Pemprov Jakarta Gelar Operasi Gratis Bibir Sumbing dan Langit-langit di 2 Rumah Sakit Ini

Sudah berlangsung sejak tahun 2025, Pemprov DKI Jakarta kembali gelar Operasi Gratis Bibir Sumbing dan Langit-langit, kini bertajuk Bakti Kesehatan Lima Abad Jakarta.

Jakarta Selatan 03 Jun 2026, 13:35 WIB

Paling Banyak Bulan April, Sudinhub Jakarta Selatan Tindak 1.337 Kendaraan yang Lakukan Pelanggaran Lalu Lintas!

Sebanyak 1.337 kendaraan yang melanggar peraturan lalu lintas berhasil diamankan oleh Suku Dinas Pehubungan (Sudinhub) Jakarta Selatan dalam kurun waktu 5 bulan hingga Mei 2026.