AYOJAKARTA.COM - Memasuki musim penghujan, potensi cuaca ekstrem kembali menjadi perhatian utama Pemprov DKI Jakarta. Untuk itu, berbagai langkah strategis disiapkan agar pengendalian banjir berjalan semakin optimal.
Pemerintah provinsi menegaskan komitmennya memperkuat ketangguhan kota, khususnya dalam menghadapi curah hujan tinggi, genangan, hingga risiko banjir rob di beberapa wilayah pesisir. Salah satu fokus utama adalah memastikan seluruh infrastruktur pengendali banjir berada dalam kondisi siap operasi.
Mulai dari kesiapan ribuan pompa banjir, penguatan rumah pompa dan pintu air, hingga penyiagaan ribuan petugas di titik-titik rawan, semuanya dilakukan sebagai upaya preventif menghadapi cuaca ekstrem yang diprediksi dapat meningkat intensitasnya.
1. Penyiagaan Pompa Banjir
Pengoperasian pompa banjir menjadi tulang punggung penanganan genangan di ibu kota. Saat ini, terdapat 560 unit pompa stasioner yang tersebar di 191 lokasi strategis.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan 627 unit pompa mobile di lima wilayah administrasi Jakarta. Keberadaan pompa mobile sangat penting untuk menjangkau area yang sulit diakses pompa stasioner, terutama saat hujan lebat berlangsung.
Semua pompa, baik stasioner maupun mobile, diaktifkan dalam kondisi pra-banjir dan selama penanganan agar air dapat dialirkan dengan cepat ke saluran atau sungai terdekat.
2. Pengerukan Drainase dan Badan Air
Upaya berikutnya adalah optimalisasi fungsi drainase melalui pengerukan intensif di berbagai infrastruktur pengendali banjir. Hingga 15 November 2025, total pengerukan telah dilakukan di sebanyak 1.876 titik yang tersebar di lima kota administrasi, dengan volume mencapai 756.000 meter kubik. Rinciannya adalah:
- 786 titik di Jakarta Timur
- 290 titik di Jakarta Barat
- 546 titik di Jakarta Utara
- 93 titik di Jakarta Selatan
- 161 titik di Jakarta Pusat
Untuk mendukung operasi ini, pemerintah menurunkan 258 unit excavator serta 449 unit dump truck. Selain pengerukan, penerapan nature-based solutions (NBS) juga mulai dilakukan dalam pembangunan waduk, situ, dan embung untuk menambah kapasitas tampungan air secara alami.
Baca Juga: Ada Pekerjaan JPO Taman Bendera Pusaka, Catat Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Taman Barito
3. Mitigasi Banjir Rob
Daerah pesisir utara Jakarta turut menjadi prioritas melalui mitigasi banjir rob. Rumah pompa dan pintu air strategis seperti Pintu Air Marina, Pompa Ancol, Pompa Muara Angke, hingga Rumah Pompa Waduk Pluit disiagakan penuh.
Langkah ini memastikan air pasang tidak menyebabkan genangan parah di wilayah pesisir. Selain itu, sebanyak 3.908 personel pasukan biru diterjunkan untuk berjaga, melakukan monitoring rutin, dan memastikan respons cepat di lapangan.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemprov DKI Jakarta berharap kota tetap tangguh dalam menghadapi cuaca ekstrem, serta risiko banjir dapat diminimalkan sepanjang musim hujan berlangsung.***
Baca Juga: 2.024 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di DKI Jakarta, Catat 2 Cara Lapor Jika Menjadi Korban!

Share this article
Pemprov DKI Jakarta siaga hadapi cuaca ekstrem dengan tiga langkah: penyiagaan ribuan pompa banjir, pengerukan 1.876 titik drainase, serta mitigasi rob dan penguatan rumah pompa dengan 3.908 personel