AYOJAKARTA.COM -- Bencana alam kembali mengguncang wilayah Jawa Barat. Hujan dengan intensitas sangat tinggi yang mengguyur tanpa henti selama dua hari berturut-turut telah memicu banjir bandang dan tanah longsor hebat di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada 24 Januari lalu.
Tebing yang curam tidak mampu lagi menahan beban air, mengakibatkan material tanah dan bongkahan batu menerjang pemukiman warga dengan kekuatan dahsyat.
Dampaknya sangat memilukan. Puluhan rumah warga dilaporkan hancur rata dengan tanah akibat tertimbun material longsor. Selain kerugian materiil yang masif, bencana ini juga merenggut puluhan nyawa penduduk setempat.
Di tengah duka yang mendalam ini, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI langsung mengambil langkah nyata melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk BRI Peduli untuk meringankan beban para penyintas.
Menyadari urgensi kebutuhan di lapangan, BRI bergerak dengan taktis dalam hitungan jam setelah bencana terjadi. Melalui unit kerja terdekat di wilayah Bandung Barat, para Relawan BRI Peduli dikerahkan untuk mendistribusikan bantuan kebutuhan pokok yang paling mendesak bagi warga di pengungsian.
Bantuan yang disalurkan mencakup berbagai barang krusial, antara lain sembako, survival kit, obat-obatan, dan pakaian bagi warga terdampak.
Para relawan tidak hanya mengirimkan barang, tetapi juga turun langsung ke titik-titik lokasi yang sulit dijangkau. Prioritas penyaluran diarahkan bagi warga yang mengalami dampak paling parah guna memastikan keadilan dalam pemberian bantuan darurat.
Keterlibatan BRI dalam penanganan bencana di Cisarua ini merupakan bagian dari peran strategisnya sebagai anggota Danantara. Perusahaan memastikan bahwa kehadirannya memberikan dampak sosial yang nyata, melampaui sekadar operasional perbankan.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pemulihan wilayah terdampak. Beliau menyoroti peran proaktif BRI dalam setiap krisis yang terjadi di Indonesia.
"Kami mempunyai komitmen agar warga yang terkena musibah tanah longsor di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung, memperoleh bantuan yang sanggup mengurangi beban mereka sekaligus mempercepat proses rehabilitasi setelah bencana melanda," papar Dhanny.
Bencana alam tidak hanya menyisakan kerusakan fisik, tetapi juga luka batin yang mendalam, terutama bagi anak-anak. Bayang-bayang dentuman longsor dan kehilangan tempat tinggal dapat menimbulkan trauma berkepanjangan.
Menyadari hal ini, BRI Peduli berkolaborasi dengan Yayasan Baitul Maal BRILiaN (YBM BRILiaN) untuk menyelenggarakan kegiatan trauma healing.
Program ini dirancang secara khusus melalui pendekatan yang ceria, interaktif, dan edukatif. Relawan mengajak anak-anak bermain, menggambar, dan bercerita untuk mengalihkan pikiran mereka dari situasi darurat yang mencekam.
"BRI Peduli bersama YBM BRILiaN bersinergi mengadakan aktivitas pemulihan trauma, khususnya ditujukan bagi anak-anak yang menjadi korban bencana di Cisarua. Kami menjalankan program ini lewat cara bermain yang interaktif dan penuh nilai edukasi guna memulihkan kesehatan mental anak-anak, sekaligus membangkitkan lagi optimisme dan rasa aman mereka di tengah masa sulit," tambah Dhanny.
Selain fokus pada manusia, relawan YBM BRILiaN juga memperhatikan aspek kebersihan lingkungan pengungsian. Salah satu aksi nyata yang dilakukan adalah kegiatan kerja bakti membersihkan masjid-masjid di sekitar lokasi bencana.
Aksi bersih-bersih masjid ini memiliki tujuan ganda. Pertama, memastikan sarana ibadah tetap suci dan nyaman untuk digunakan bagi para penyintas yang ingin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta di tengah cobaan.
Kedua, masjid sering kali berfungsi sebagai pusat aktivitas warga dan koordinasi bantuan, sehingga kebersihan areanya menjadi sangat vital untuk mencegah penularan penyakit di masa pengungsian.
BRI menyadari bahwa penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendirian. Oleh karena itu, perusahaan terus menjalin koordinasi yang erat dengan berbagai pihak terkait, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah setempat, hingga lembaga kemanusiaan lainnya. Sinergi ini bertujuan agar penyaluran bantuan tepat sasaran dan tidak terjadi tumpang tindih.
Dalam pernyataannya, Dhanny menekankan bahwa kecepatan adalah kunci utama dalam manajemen krisis. Ia memastikan bahwa sistem tanggap darurat BRI selalu dalam kondisi siap siaga kapan pun dibutuhkan di seluruh pelosok negeri.
"Kami memberikan kepastian bahwa BRI akan senantiasa proaktif serta bertindak sigap dalam menyalurkan aneka bantuan bagi penduduk yang terkena dampak musibah di seluruh penjuru Indonesia, serta turut mempercepat proses pemulihan setelah bencana terjadi," tegas Dhanny.

Share this article
Longsor Cisarua Bandung telan korban, BRI Peduli salurkan sembako, obat-obatan, dan trauma healing bagi anak-anak.