AYOJAKARTA.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) mengungkapkan bahwa wilayah Indonesia saat ini memasuki fase musim kemarau yang semakin meluas.
Meski demikian, masyarakat diminta tetap mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang di sejumlah daerah hingga 31 Juli 2026.
Kondisi tersebut dipengaruhi oleh dinamika atmosfer seperti aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby dan Kelvin, serta pengaruh Siklon Tropis Noul yang masih mendukung pembentukan awan hujan.
Akibatnya, meskipun sebagian besar daerah telah memasuki musim kemarau, peluang terbentuknya awan hujan masih cukup tinggi, terutama pada siang hingga malam hari.

Prakirawan BMKG Miftah Ali juga meminta agar masyarakat mewaspadai potensi angin kencang di sejumlah daerah selama sepekan ke depan.
"Meskipun musim kemarau semakin meluas, aktivitas MJO, gelombang Rossby, dan Siklon Tropis Noul masih berpotensi memicu pembentukan awan hujan sehingga hujan ringan hingga lebat masih dapat terjadi di beberapa wilayah Indonesia," ujar Miftah melalui siaran BMKG, yang dikutip Sabtu (25/7).
Berdasarkan catatam, BMKG juga mencatat hingga dasarian II Juli 2026 sebanyak 72,8 persen wilayah Indonesia sudah masuk musim kemarau.
Kondisi tersebut ditandai dengan meningkatnya hari tanpa hujan dengan durasi panjang hingga ekstrem panjang.

Berikut ini Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Sedang 24-26 Juli
- Aceh
- Sumatera Utara
- Sumatera Barat
- Riau
- Kepulauan Riau
- Jambi
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Timur
- Kalimantan Utara
- Sulawesi Selatan
- Maluku
- Papua Tengah

Berikut ini Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Sedang 27-31 Juli
- Aceh
- Riau
- Sumatera Selatan
- Kepulauan Bangka Belitung
- Jawa Timur
- Nusa Tenggara Barat
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Utara
- Sulawesi Tengah
- Sulawesi Selatan
- Papua Pegunungan

Wilayah Berpotensi Angin Kencang:
- Aceh
- Sumatera Utara
- Sumatera Barat
- Bali
- Nusa Tenggara Timur
- Sulawesi Utara
- Sulawesi Tenggara
- Sulawesi Selatan

- Maluku
- Maluku Utara
- Papua Pegunungan
- Papua Selatan.***
Share this article
Kondisi ini dipengaruhi dinamika atmosfer seperti aktivitas MJO, gelombang Rossby dan Kelvin, dan pengaruh Siklon Tropis Noul.