AYOJAKARTA.COM - Polemik terkait penetapan pemerintah soal dana iuran Tapera (Tabungan Perumahan) baru-baru ini memang ramai diperbincangkan hingga menjadi perdebatan.
Berbagai sudut pandang disampaikan masyarakat dari segala kalangan baik itu yang pro maupun kontra terhadap penetapan pemerintah soal dana iuran Tapera yang akan diberlakukan bagi para pegawai baik negeri atau swasta.
Sayangnya, polemik ini rupanya membuka fakta lama yang akhirnya menjadi pergunjingan para warganet di jagat dunia maya.
Sebuah akun Instagram milik @suryoprabowo2011 menyebutkan bahwa BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) pernah membongkar kasus soal dana Tapera tahun 2021 silam.
Dimana dana iuran Tapera yang telah dikumpulkan para pegawai selama masa kerja, rupanya tak bisa dicairkan meski telah pensiun.
Baca Juga: Gak Bisa Asal Jawab? 7 Jawaban Interview ketika Ditanya Apa Kelebihan Kamu
Disebutkan akun tersebut, bahwa terdapat 124ribu lebih pensiunan masih belum mendapat pengembalian dana Tapera yang seharusnya menjadi haknya ketika berakhirnya masa kerja.
Diungkapkan akun @suryoprabowo2011 tersebut, meski telah tercatat sebagai pensiunan dan bahkan meninggal dunia anehnya data kepesertaan Tapera tetap masih aktif.
"Sebanyak 124.960 orang pensiunan adalah mereka yang sudah berakhir kepesertaannya karena meninggal atau pensiun sampai dengan triwulan ketiga tahun 2021 namun masih tercatat sebagai peserta aktif," tulisnya seperti dikutip Ayojakarta.com, Senin, 3 Juni 2024.
Sayangnya meski sudah pensiun dan berakhir masa kerja, dana Tapera yang seharusnya dikembalikan tak kunjunh diberikan.
Akun Suryo menyebutkan bahwa sebanyak 124.960 orang pensiunan masih belum mendapat pengembalian dana Tapera.
Baca Juga: Anti Gagal Seleksi Administrasi Sekolah Kedinasan 2024, Cukup Hindari 5 Kesalahan Ini sebelum Submit
Dimana dari jumlah 124ribu tersebut, terdiri dari 25.764 orang yang datanya didapatkan dari BKN dan 99.196 orang datanya berasal dari Taspen.
Jumlah dananya pun tak sedikit, yakni mencapai Rp 567,5 miliar.
Tentunya postingan akun tersebut mengundang banyak reaksi dari para warganet yang semakin mengeluhkan soal iuran dana Tapera tersebut.
Tak sedikit yang memberikan kritikan pedas soal kasus Tapera tersebut dan kekhawatiran soal adanya kasus serupa di masa yang akan datang.
Pasalnya dengan gaji yang tidak seberapa, masyarakat harus rela dipotong berbagai macam iuran dan ditambah lagi Tapera sehingga mengurangi pendapatan mereka setiap bulan.
Baca Juga: CEK SEKARANG! Fix BPNT Cair Dobel Mulai 3 Juni 2024 di KKS Serentak untuk Daerah Berikut Ini
Banyak warganet yang takut bahwa dana Tapera pun nantinya hanya akan dikorupsi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
"Maling legal," ujar akun warganet @sy**_r**.
"Tapera = Tambah Penderitaan Rakyat," tulis akun @t**myx******.
"Termasuk saya belum dapet sudsh setahun pensiun. Katanya suruh tunggu saja nanti akan keluar otomatis. Ada yang bilang suru WA admin tapera spy ga kelewat. Data dan hitungan kan sudah jelas harusnya tidak mungkin kelewatan," keluh akun @ser**a_la**it_b***.
"Dahlah ketahuan, gamau ikut tapera gw tar dikorupsi lg," ungkap akun @sapu***ada***.***

Share this article
Polemik tentang Tapera ini rupanya membuka fakta lama yang akhirnya menjadi pergunjingan para warganet di jagat dunia maya.