AYOJAKARTA.COM -- Kasus kopi sianida yang melibatkan Jessica Wongso kembali menjadi perhatian anggota Komisi III DPR RI, Hinca Panjaitan.
Jessica Wongso, yang saat ini masih berada dalam tahanan setelah menjalani sekitar 7 tahun dari hukuman penjara 20 tahun, terus menjadi sorotan Hinca Panjaitan.
Hinca Panjaitan mendapat perhatian publik karena mengungkapkan isu seputar kasus kopi sianida yang melibatkan Jessica Wongso.
Perhatian terhadap kasus ini semakin meningkat setelah Netflix merilis sebuah film dokumenter yang membahas kasus yang mengakibatkan kematian Mirna Salihin.
Baca Juga: Membaca Kepribadian Seseorang dari Bentuk Kaki, Coba Perhatikan Jempolnya
Dikutip Ayojakarta.com dari kanal YouTube milik Pablo Benua, Komisi III DPR RI, Hinca Panjaitan membahas kondisi hukum dalam kasus yang sudah berlangsung cukup lama ini.
Hinca Panjaitan bahkan disebut-sebut telah menyentuh isu kasus kopi sianida dalam rapat Komisi III DPR RI yang membahas seleksi hakim agung.
Pertanyaan Pablo Benua pun muncul, mengenai apa yang menjadi dasar bagi Komisi III DPR RI untuk membahas kasus kopi sianida secara formal dalam rapat di DPR.
"Pertama, waktu saya diundang oleh Bang Otto dan kawan-kawan juga Rey di sebuah doa bersama tentang kasus Jessica saya hadir, saya memang betul-betul terharu dan terpukul dengan rasa keadilan itu. Saya harus ikut bersuara tentang keadilan ini dan ruang di DPR itu adalah ruang rakyat, rumah rakyat, dan di komisi III adalah komisi yang membidangi hukum, dan itu penting sekali. Nah, dari semua sistem persidangan kita, hakim adalah muara paling akhir, terutama hakim agung," ucap Hinca Panjaitan atas jawaban pertanyaan Pablo tersebut dikutip ayojakarta.com dari kanal Youtube pribadi Pablo, pada Senin, 11 Desember 2023.
Baca Juga: 5 Tanda Kamu Memiliki Ikatan Batin dengan Seseorang, Pernah Merasakannya?
Hinca Panjaitan menyatakan bahwa penanganan hukum kasus Jessica Wongso menjadi sumber kekhawatiran yang berlebihan. Oleh karena itu, ia merasa perlu untuk mengungkapkan pandangannya dalam rapat DPR, mengingat bahwa pembahasan hukum merupakan bidang yang menjadi tanggung jawabnya.
Hinca Panjaitan juga memberikan peringatan kepada calon hakim agung, bahwa jika mereka menghadapi kasus serupa, sebaiknya mereka mendengarkan aspirasi rakyat.
"Ternyata masih banyak tercecer soal-soal keadilan itu, belum terbuka semuanya. Jadi, saya ingatkan jika terpilih menjadi hakim agung apa pandanganmu, apa pendapatmu tentang media sosial, netizen, yang membawa no viral, no justice," lanjutnya.
Hinca Panjaitan juga menyoroti peran suara netizen dalam kasus Jessica Wongso, terutama ketika menyebut adanya sel tikus.
"Nah, inilah gunanya netizen bersuara, dengan dia bersuara tentu kami akan menanyakan kepada Kapolri. Kenapa netizen berpandangan seperti itu? Ada (sel tikus) atau tidak?," ucap Hinca Panjaitan.
"Kalau ini betul-betul ada (sel tikus), kita akan minta, kita akan cek, supaya tidak ada dusta. Kalau memang ada, katakan ada, kalau itu ada, nyatakan menjadi tidak boleh ada lagi. Kalau tidak ada, klarifikasi tidak ada lagi. Supaya semua orang tahu, cara-cara penegakan hukum kita nggak gitu lagi," sambungnya.
Saat ini, kasus kopi sianida yang melibatkan Jessica Wongso sedang mengalami proses pengajuan Peninjauan Kembali (PK). Pihak Otto Hasibuan tengah berupaya memperkuat bukti untuk memperkuat kasus tersebut.
Sebelumnya, sejumlah individu yang diduga melanggar hukum telah secara resmi dilaporkan ke Bareskrim Polri dan Komisi Yudisial.
Bahkan, berdasarkan prediksi dari seorang peramal terkenal, diperkirakan bahwa Jessica Wongso akan mendapatkan kebebasannya pada tahun 2024 mendatang.

Share this article
Hinca Panjaitan mendapat perhatian publik karena mengungkapkan isu seputar kasus kopi sianida yang melibatkan Jessica Wongso.