AYOJAKARTA.COM – Identitas pengemudi mobil Toyota Alphard hitam yang sempat viral karena terlibat perselisihan dengan petugas keamanan (satpam) proyek MRT di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) akhirnya menemui titik terang.
Pengemudi yang bersikap arogan tersebut ternyata merupakan anggota aktif Kepolisian Republik Indonesia.
Pihak Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengonfirmasi bahwa sosok pengemudi tersebut adalah Brigadir Raka Putra Wibawa.
Fakta ini terungkap setelah pihak kepolisian melakukan pemeriksaan dan klarifikasi terhadap pelanggar pada Jumat (24/7/2026) malam.

Tak hanya soal arogansi, polisi juga memastikan bahwa mobil Alphard tersebut menggunakan pelat nomor palsu. Nomor registrasi D 1828 XHQ yang terpasang saat kejadian ternyata merupakan milik kendaraan Daihatsu Gran Max berwarna silver metalik tahun 2015.
"Nomor register asli (Alphard) adalah B 97 ELI atas nama Dr. Elly Herawati Pengabean," ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani.
Meskipun pelat nomor yang digunakan palsu, pengemudi diketahui tetap membawa STNK asli kendaraan tersebut.
Buntut dari aksi nekatnya, Brigadir Raka kini dijatuhi sanksi tilang dengan dua pasal sekaligus. Ia terbukti melakukan pelanggaran karena menerobos lampu merah di pelican crossing serta menggunakan pelat nomor yang tidak sesuai peruntukannya.
Kejadian yang berlangsung pada Rabu (22/7/2026) ini sempat memicu kemarahan publik setelah video yang memperlihatkan intimidasi terhadap satpam bernama Fiktor Harefa tersebar luas.

Fiktor bahkan mengaku sempat diminta bersujud dan meminta maaf kepada pengemudi meskipun ia hanya menjalankan tugasnya menegur pelanggar lampu merah.
Ternyata, di dalam mobil Alphard tersebut tidak hanya ada Brigadir Raka, melainkan terdapat tiga anggota kepolisian dari Polda Jawa Barat.
Ketiganya kini telah diamankan dan dijemput oleh Pengamanan Internal (Paminal) Bidang Propam Polda Jabar untuk diproses terkait dugaan pelanggaran etik.
Meski proses hukum lalu lintas dan pemeriksaan etik terus berjalan, perselisihan antara satpam dan oknum polisi tersebut telah diselesaikan secara damai melalui mediasi di Mapolsek Metro Menteng.
Fiktor Harefa pun menyatakan telah memaafkan para pelaku dan memilih fokus kembali bekerja.***
Share this article
Di dalam mobil Alphard tersebut tidak hanya ada Brigadir Raka, melainkan terdapat tiga anggota kepolisian dari Polda Jawa Barat.