AYOJAKARTA.COM -- Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar bersama 2 paslon lainnya datang ke acara ulang tahun Mata Najwa.
Acara Ulang Tahun Mata Najwa ke-13 tersebut bertajuk “Bergerak, Bergerak, Berdampak” dan diadakan tanggal 19 November 2023.
Acara Ulang Tahun Mata Najwa ke-13 ini diadakan di Jakarta, tepatnya di Graha Bhakti Budaya, berdasarkan Instagram @matanajwa dikutip AyoJakarta.com.
Di acara ini juga turut hadir beberapa narasumber, penyanyi, dan psikolog untuk membagikan pengalaman mereka.
Salah satunya adalah psikolog Samanta Elsener dan penyanyi Kunto Aji diundang oleh Najwa Shihab.
Terlihat juga artis Rina Nose yang turut berperan sebagai Gadis Kritik ikut sentil masalah hukum dan anggaran.
Anies Baswedan beserta para capres pemilu 2024 lainnya juga ditanya oleh Najwa Shihab soal bagaimana pandangan mereka tentang kecenderungan golput atau tidak memilih.
Anies Baswedan mengatakan kalau mengadakan pemilu itu, yang dihitung suaranya adalah yang datang untuk memilih.
Baca Juga: Rismon Sianipar Ungkap Rekayasa CCTV Kasus Jessica Wongso: Saya Buktikan 73 Persen Informasi Hilang
Apabila ada yang tidak datang, maka diprioritaskan suara itu dari yang datang ke tempat TPU.
Maka orang-orang yang tidak datang ke TPU, tidak akan diperhitungkan suaranya meskipun sudah mempunyai capres pilihannya.
Ia juga mengungkapkan apabila yang datang sedikit dan lebih banyak yang tidak datang, pemilu tidak bisa batal.
Keputusan siapa capres dan cawapres yang terpilih tetap berdasarkan orang-orang yang ke TPU.
Ia juga mempertanyakan mengapa anak muda jadi penonton saja.
Padahal menurut Anies Baswedan, ada berbagai permasalahan yang menyangkut anak muda seperti biaya pendidikan dan lapangan pekerjaan.
“… memutuskan untuk melakukan Pemilu, maka yang dihitung adalah suara yang memilih. Mereka yang tidak datang tidak diperhitungkan suaranya. Jadi kalau sebuah pemilu yang datang hanya 40%, yang 60% tidak memilih, tidak kemudian pemilunya batal. Keputusan ditentukan oleh 40%. Sekarang pilihannya, … mau menjadi yang menentukan atau … mau menjadi yang hanya menonton keputusan."
"Menurut saya pilih yang menentukan. Pilih yang menentukan. Kalau golput itu dihitung, nah baru golput itu menjadi perhatian. Misalnya 60% nggak ikut, yang datang hanya 40%, kemudian pemilunya batal, nah golput baru menjadi pilihan itu. Tapi kalau itu tidak jadi pilihan, mengapa … jadi penonton? Apalagi anak muda, ada soal pengangguran, ada soal biaya sekolah yang mahal, biaya pendidikan yang tinggi."
Kenapa … mendiamkan? Lihat siapa yang membawa ide-ide itu, lihat siapa yang punya kaitan dengan anak-anak muda, lalu ambil pilihannya. Jangan jadi penonton dan jangan jadi golput karena tidak dihitung suaranya. … lihat pilkada-pilkada pemilu yang partisipasi hanya 40%, siapapun yang tertinggi di antara 40%, itulah yang menentukan masa depan.'
"Jadi untuk itu saya katakan daripada menonton, ambil sikap, datang, memilih dan menentukan masa depan, makasih,” ujar Anies dalam unggahan @official_nasdem dan @aniesbaswedan yang dikutip AyoJakarta.com.
Baca Juga: Mengungkap Kepribadian Seseorang dari Gaya Berjalan, Orang yang Jalannya Lambat Ternyata Karismatik
Itulah berita tentang ditanya soal golput atau tidak memilih di Pemilu 2024 oleh Najwa Shihab, ini jawaban Anies Baswedan. ***

Share this article
Anies Baswedan ditanya oleh Najwa Shihab soal bagaimana pandangannya tentang kecenderungan golput atau tidak memilih.