AYOJAKARTA.COM -- Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid memberikan tanggapan terhadap elektabilitas Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
Diketahui, hasil survei dari LSI Denny JA menunjukkan adanya penurunan elektabilitas Anies Baswedan setelah, ia dideklarasikan berpasangan dengan Muhaimin Iskandar.
Hasil survei lainnya juga menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil pemilih PKB yang mendukung Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar.
Baca Juga: Tes IQ: Seberapa Teliti Kamu? Temukan Huruf C di Antara Huruf G dalam 8 Detik
Dalam konteks ini, Jazilul menyatakan bahwa hasil survei dari berbagai lembaga menjadi motivasi bagi partainya untuk meningkatkan kerja keras dalam upaya memenangkan pasangan Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar.
Salah satu strategi yang akan diterapkan adalah meyakinkan warga Nahdlatul Ulama atau Nahdliyyin, yang merupakan basis pemilih PKB, untuk memberikan dukungan kepada Anies-Imin.
Dengan demikian, PKB berkomitmen untuk bekerja keras agar pasangan calon tersebut dapat mendapatkan dukungan yang lebih kuat dari pemilih dalam pemilihan yang akan datang.
"Kita akan kerja keras, utamanya meyakinkan Nahdliyyin," ucap Jazilul atau yang akrab disapa Gus Jazil.
Baca Juga: Tes Kepribadian Ilusi Optik: Gambar Ini Bisa Ungkap Apakah Kamu Pemaaf atau Keras Kepala?
Gus Jazil menegaskan bahwa PKB akan dengan penuh semangat berupaya untuk meyakinkan kaum Nahdliyyin, terutama dalam situasi di mana masih ada ketidakpastian terkait pasangan calon presiden dan wakil presiden lainnya.
Menurutnya, hingga saat ini hanya pasangan Anies-Imin yang telah secara resmi mendeklarasikan diri dan akan segera mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“(Kandidat capres) yang lain masih dalam kebingungan dan ketidakpastian," ucap Wakil Ketua MPR itu.
Hasil survei dari LSI Denny JA yang dilakukan pada periode 4-12 September menunjukkan penurunan elektabilitas Anies setelah ia dideklarasikan berpasangan dengan Ketum PKB, Muhaimin Iskandar.
Baca Juga: Tes Ilusi Optik: Ada Berapa Hewan di Gambar? Orang dengan Analisis Tajam Bisa Jawab dalam 10 Detik
Awalnya, elektabilitas Anies pada bulan Agustus mencapai 19,7 persen, namun turun menjadi 14,5 persen pada bulan September.
Menurut Ujang Komarudin, seorang pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, penurunan elektabilitas Anies salah satunya disebabkan oleh perbedaan basis massa antara Anies Baswedan dan PKB yang sulit untuk bersinergi.
Ujang menjelaskan bahwa meskipun Anies memiliki latar belakang dalam organisasi yang berbasis Islam, yaitu HMI, namun dia dianggap sebagai seorang nasionalis modernis.
Selain itu, Anies juga dikenal memiliki hubungan yang erat dengan basis massa PKS, yang memiliki ideologi yang dianggap berbeda dengan PKB, yang mayoritas basis massanya adalah Nahdliyin.
Baca Juga: Tes Penglihatan: Temukan 3 Perbedaan dari Gambar Ini dan Buktikan Seberapa Kuat Daya Ingatmu!
Pendapat Ujang tersebut sejalan dengan hasil survei SMRC yang dilakukan pada tanggal 5-8 September 2023. Survei tersebut menemukan bahwa hanya 20 persen pemilih dari PKB yang mendukung Anies.
Sementara pemilih dari PKS dan Nasdem memiliki tingkat dukungan terhadap Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar yang sudah melebihi 50 persen.

Share this article
Hasil survei menunjukkan adanya penurunan elektabilitas Anies Baswedan setelah, ia dideklarasikan berpasangan dengan Muhaimin Iskandar.