AYOJAKARTA.COM – Imbauan Presiden Prabowo Subianto terkait pemberian THR bagi mitra ojol serta kurir, tengah menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.
Meski disambut dengan suka cita oleh keluarga para pengemudi ojol dan kurir, pertanyaan mendalam terkait imbauan Presiden Prabowo Subianto soal THR mulai berdatangan.
Terlebih karena mekanisme pemberian THR bagi para mitra ojol serta kurir yang diimbau Presiden Prabowo Subianto, dianggap belum sepenuhnya bisa menyelesaikan persoalan.
Selain itu, besaran nominal pemberian THR bagi seluruh pekerja yang berbasis pada aplikasi belum sepenuhnya terurai secara pasti.
Menurut Immanuel Ebenezer selaku Wakil Menaker RI, pihaknya telah memberikan pertimbangan bagi perusahaan aplikator untuk bisa melakukan perhitungan.
Berdasarkan analisis matematis, Immanuel meyakini jumlah pendapatan yang diperoleh perusahaan aplikasi sudah cukup untuk memenuhi imbauan Presiden.
Karena itu, Immanuel optimis para perusahaan aplikasi yang berafiliasi dengan rekan-rekan ojol serta kurir akan dapat menyiapkan anggaran.
“Saya bukan ahli matematika, tapi saya yakin kalau dikalkulasi semua pasti timbul angka besar, masa setiap tahun sekali aja susah, itu pertimbangan kita,” jelasnya, dikutip dari kanal YouTube tvOneNews pada Selasa, 11 Maret 2025.
Baca Juga: GoTo Umumkan Pencairan THR Ojol tapi Tidak untuk Semua Mitra, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Berpijak dari prinsip kemitraan antara pengemudi atau mitra dengan perusahaan aplikasi, Immanuel mengimani akan ada perbaikan nasib bagi ojol.
Sebelumnya, para pengemudi ojol diketahui hanya memperoleh sedikit kesempatan melalui program pemberian voucher atau sembako dengan potongan harga tertentu.
Lebih lanjut Immanuel menegaskan, imbauan yang disampaikan Presiden terkait THR merupakan bentuk kehadiran negara bagi para mitra ojol serta kurir online.
Selain memberi ruang kehidupan layak bagi mitra ojol, Wakil Menaker juga menyebut pihaknya terus bersinergi dengan sejumlah instansi lain seperti Komdigi dan Perhubungan.
“Jangan sampai kita bicara soal THR, tapi ada entitas lain ketika mau menghadapi lebaran kok gak ada uang, ini masalah psikologis,” tegasnya.
Dengan memberikan THR berupa uang kepada para mitra, Wakil Menaker berharap beban psikologis pengemudi ojol dapat berkurang setiap kali menghadapi lebaran.
Sehubungan dengan telah keluarnya imbauan dari Presiden, Ahmad Khairul Umam selaku analis politik ikut memberi tanggapan.
Menurut Umam, pernyataan yang telah disampaikan Presiden terkait pemberian THR bagi para pengemudi ojol merupakan bentuk penegasan secara politis.
Sehingga imbauan yang disampaikan oleh Presiden, harus benar-benar ditaati oleh seluruh jajaran di tingkat kementerian.
Umam menegaskan, hal terpenting yang wajib dilakukan oleh Kementerian Tenaga Kerja terkait pemberian THR bagi ojol adalah melakukan monitoring dan evaluasi.
“Karena apa yang terjadi di atas panggung, tidak selalu sama dengan yang terjadi di lapangan,” pungkasnya.***

Share this article
Imbauan Presiden Prabowo Subianto terkait pemberian THR bagi mitra ojol serta kurir, tengah menjadi perbincangan hangat.