AYOJAKARTA.COM – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sekaligsu cawapres Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menanggapi hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).
Berdasarkan hasil survei SMRC diketahui bahwa elektabilitas Cak Imin dan juga Anies Baswedan masih rendah di bawah Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.
Cak Imin mengatakan hasil survei SMRC tersebut membuat partai koalisinya termotivasi untuk bergerak efektif.
Tentu hasil survei SMRC ini membangkitkan semangat pihaknya untuk menaikkan elektabilitas.
Menurut Cak Imin, perlu waktu untuk mendongkrak elektabilitas sehingga pihaknya harus bekerja keras.
“Ya terima kasih ini memotivasi PKB, PKS, Nasdem untuk bergerak cepat efektif supaya membalikkan hasil survey yang baru. Ini soal waktu untuk kita kerja keras,” kata Cak Imin dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Metro TV, Sabtu, 16 September 2023.
Meski begitu, Cak Imin enggan untuk membocorkan langkah apa yang pihaknya akan ambil demi mendongkrak elektabilitas.
Baca Juga: Tak Ada Lagi Keraguan, PKS Tegaskan Dukung Penuh Pasangan AMIN Anies Baswedan dan Cak Imin
Cak Imin menegaskan semua partai politik pasti memiliki rencana untuk menaikan dan mengembalikan hasil survey.
“Ya semua langkah masing-masing partai punya rencana, punya desain, nanti tinggal sinkronisasi basis masing-masing,” tugasnya.
Untuk diketahui, sebelumnya SMRC merilis hasil survei pasangan capres dan cawapres Anies dengan Cak Imin.
Diketahui survey digelar pada 5 September melalui telepon setelah Anies dan Cak Imin dideklarasikan sebagai pasangan capres dan cawapres pada 2 September lalu.
Berdasarkan hasil survei SMRC diketahui bahwa Anies dan Cak Imin mendapatkan dukungan sebanyak 16,5 persen.
Hal ini tentu berbanding dengan pasangan Ganjar Pranowo dengan Ridwan Kamil yang mendapat dukungan sebesar 35,4 persen dan disusul oleh Prabowo Subianto dengan Erick Thohir sebanyak 31,7 persen.

Share this article
Berdasarkan hasil survei SMRC elektabilitas Cak Imin dan juga Anies Baswedan masih rendah di bawah Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.