AYOJAKARTA.COM -- Jelang Pilpres 2024 kondisi politik terus memanas, tak hanya saling serang antar kubu lawan, namun termasuk dalam kubu sendiri yakni koalisi yang mengusung Anies Baswedan.
Koalisi Perubahan yang terdiri dari Partai NasDem, Demokrat dan PKS itu mulai saling serang seiring dengan nilai elektabilitas Anies Baswedan yang mulai turun.
Partai Demokrat mulai geram dan menyalahkan partai NasDem yang disebut tidak suka dengan AHY apalagi jika jadi pendamping Anies Baswedan.
Baca Juga: Disebut Antitesa Pemerintah, Sudirman Said: Kalau Anies Merusak yang Baik, Itu Tidak Masuk Akal
Seorang politisi Partai Demokrat, Eko Jhones menyampaikan kegeramannya tersebut melalui cuitan akun Twitter pribadinya @ekojhones77.
Ia menyebut salah satu elit NasDem terang-terangan tidak suka dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
“Sudah terang benderang hanya saja ada elite NasDem yg terang-terangan gak suka mas AHY. Anehnya dia gak suka tapi gak mampu cari yang lebih baik dari mas AHY. Klo Anies pilih AHY gw mo liat Mad Ali dan Gus Choy msh di NasDem ga?!” cuit Eko Jhones seperti dikutip, Rabu (14/6/2023).
Bahkan politisi Demokrat ini blak-blakan menyebut elit NasDem lah yang akan membuat koalisi pengusung Anies Baswedan ini bubar.
Baca Juga: Partai Demokrat Tegaskan Cawapres Hanya Bisa Dijawab oleh Anies Baswedan, Kapan Deklarasinya?
“Mad Ali kebanyak ngoceh asbun bikin bubar koalisi. NasDem baiknya kendalikan Mad Ali jgn sampai ketidaksukaan dirinya kepada mas AHY krna Mad Ali loyalis Anies penyebab bubarnya koalisi. Pindahkan saja Mad Ali ke PKN biar adem,” lanjutnya.
Menurut Eko, Anies Baswedan memiliki pilihan sendiri terkait siapa yang akan menjadi calon pendampingnya.
Lebih lanjut Eko menuturkan bahwa koalisi sebenarnya sudah solid, namun elit NasDem itulah yang terang-terangan tidak suka dengan AHY.
Ia pun menyalahkan apabila koalisi bubar, maka NasDem lah yang paling bersalah.
“Anies Baswedan sebagai capres punya pilihan. Mau koalisi ini berlayar atau mau bubar. Koalisi sebenarnya solid hanya saja elit NasDem bikin gaduh dgn terang tdk ingin AHY cawapres. Padahal semua spkat cawapres Anjes yg nentukan. Klo bubar NasDem lah biang keroknya !” cuit Eko dengan tegas.
Tak hanya itu saja, sebagai bagian dari Koalisi Perubahan, politisi Partai Demokrat itu terang-terangan menginginkan koalisi tersebut tanpa partai NasDem.
Hal itu karena banyak elit NasDem yang dianggap banyak tingkah.
“Hahaha Surya Paloh pun panik ternyata. Elit NasDem banyak tingkah kebanyakan manuver gak jelas. Klo gw mah pgnya koalisi perubahan tanpa NasDem. Anies jdi gubernur aja NasDem habis2an nyerang koq. Gw gak yakin mreka tulus nyapresin Anies!” lanjutnya.
Elektabilitas Anies sendiri saat ini tengah melorot dibawah Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.
Demokrat menduga hal itu karena Anies tak kunjung mengumumkan siapa bakal calon pendampingnya.
Padahal diketahui Anies telah mengantongi satu nama yang akan menjadi Calon Wakil Presiden pendampinganya.***(Rosandra Gisca Andyna)

Share this article
Koalisi Perubahan yang terdiri dari Partai NasDem, Demokrat dan PKS itu mulai saling serang seiring dengan nilai elektabilitas Anies