AYOJAKARTA.COM -- Kasus penembakan Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) rupanya membuka fakta baru.
Usai terungkap surat pengancaman dari pelaku penembakan Mustopa NR kepada MUI, kini terkuak bahwa pengancaman rupanya juga dilakukan kepada seluruh pejabat negara.
Pelaku penembakan Kantor MUI, Mustopa NR dikatakan oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) MUI Bidang Hukum, Ikhsan Abdullah ternyata turut mengancam semua pejabat negara.
Baca Juga: ASTAGHFIRULLAH! Penembak Kantor MUI Sempat Ngaku Wakil Nabi Muhammad, Ternyata Residivis
Menurut Ikhsan, Mustopa NR khususnya mengancam para pejabat negara yang ada di lingkungan Majelis Ulama Indonesia.
Ikhsan juga menuturkan bahwa surat yang dikirimkan oleh pelaku penembakan sudah sangat banyak dikirim.
“Kalau suratnya sudah banyak sekali bertaburan, dari orang yang sama dan diantar juga, dia pulang pergi pulang pergi, Lampung Jakarta hanya untuk menyampaikan surat,” ujar Ikhsan seperti dikutip AyoJakarta.com pada siaran Youtube Kompas TV, Rabu (3/5/2023).
Menurut Ikhsan, pelaku hanya mengirimkan surat dengan tujuan meminta bertemu dengan Ketua MUI tanpa menuliskan dengan detail tujuan pertemuan tersebut.
Bahkan pengirim yang juga pelaku penembakan tidak meninggalkan identitas apapun sehingga MUI sulit untuk memenuhi permintaan tersebut dan sulit mengkonfirmasi karena tidak ada data yang bisa dihubungi.
Ikhsan kemudian menyebut bahwa bukan hanya MUI yang diancam, melainkan semua pejabat negara.
“Bukan hanya MUI yang diancam, tetapi semua pejabat negara. Khususnya Majelis Ulama Indonesia. Kemarin itu sudah mau ditembak semua,” ujar Ikhsan.
Diketahui bahwa kini pelaku penembakan, Mustopa NR sudah dinyatakan tewas usai melakukan aksi penembakan di Kantor MUI pada Selasa (2/5/2023).
Mustopa awalnya memaksa untuk dapat bertemu dengan Ketua MUI, namun karena tidak adanya penjelasan tujuan dan identitas yang jelas maka dirinya ditahan oleh pihak keamanan setempat.
Baca Juga: Alasan Pelaku Lakukan Penembakan di Kantor MUI, Butuh Pengakuan Sebagai Wakil Nabi!
Karena merasa terdesak, pelaku akhirnya mengeluarkan senjata berupa air soft gun yang dibawanya dan menembak salah satu pegawai kantor MUI pusat.
Usai menembak, Mustopa pun berusaha untuk melarikan diri dan dikejar oleh petugas keamanan Kantor MUI.
Namun saat berhasil ditangkap, Mustopa langsung tak sadarkan diri.
Karena diduga pingsan, Mustopa dilarikan ke puskesmas Menteng untuk diperiksa.
Namun saat diperiksa petugas kesehatan di Puskesmas Menteng, Mustopa dinyatakan telah meninggal dunia.***(Rosandra Gisca Andyna)

Share this article
pelaku penembakan Mustopa NR kepada MUI, kini terkuak bahwa pengancaman rupanya juga dilakukan kepada seluruh pejabat negara.