AYOJAKARTA.COM – Gubernur Papua, Lukas Enembe dijemput paksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK menuju Jakarta. Hal ini menjadi tanda tanya besar mengapa ia dijemput paksa.
Beberapa isu dan rumor yang beredar adalah bukan hanya korupsi, tetapi juga karena politik. Hal ini membuat Susno Duadji angkat bicara terkait Lukas Enembe.
Dikutip melalui video yang berada di kanal Youtube Susno Duadji oleh Ayojakarta.com pada 17 Januari 2023, ia memberikan analisis terkait ramainya rumor dan isu Lukas Enembe.
Menurut Susno Duadji, kasus yang menyangkut Gubernur Papua Lukas Enembe merupakan kasus yang cukup lama, hingga September 2022 lalu, Lukas Enembe resmi ditetapkan sebagai tersangka dan akhirnya dijemput paksa.
Banyak rumor yang beredar bahwa KPK memberikan perlakuan istimewa untuk Lukas Enembe. Mulai dari isu KKB atau Kelompok Kriminal Bersenjata hingga bentrokan antara pendukungnya dengan polisi.
"Kasus korupsi yang melibatkan kepala daerah atau gubernur bukan kali pertama, Lukas Enembe ini memiliki banyak sekali pendukung," terang Susno Duadji.
Faktanya, Lukas Enembe dijemput melalui strategi cerdas KPK. Lukas Enembe dijemput paksa setelah meresmikan kantor Gubernur Papua dan sesaat setelah makan di restoran.
Hal ini disebut cerdas karena Lukas Enembe diarahkan langsung menuju bandara untuk dibawa ke KPK.
Sebelumnya, Lukas Enembe juga membuat sorotan masyarakat tertuju padanya terkait viralnya ia sakit saat proses pemeriksaan KPK, di mana Lukas meminta dokter pribadi dari Singapura.
"Dokter pribadi dari Singapura ini, memakai uang pribadi," kata Susno Duadji.
Susno Duadji menyampaikan bahwa Lukas Enembe ini masalah hukum biasa, berupa korupsi, ini yang menjadi sorotan yang harus diingat.
Uniknya, Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB yang menginginkan Papua merdeka seperti memanfaatkan situasi. Hal ini disorot oleh Susno Duadji.
"Mereka menunggangi peristiwa kriminal yang dilakukan oleh Lukas Enembe. Bermain dengan mengganggu keamanan dengan bersenjata, hal ini membuat ketahuan belangnya," terang Susno Duadji.
Susno Duadji heran mengapa kelompok KKB ikut memanfaatkan momen ini, apakah ada alasan lain, terlebih lagi ini pada awalnya hanya masalah hukum berupa korupsi.
"Mengapa menjadi kasus politik? Ini merupakan dimanfaatkan oleh beberapa pihak tertentu," terang Susno Duadji.
Melalui video Susno Duadji, juga terungkap bahwa Lukas Enembe ditangkap karena dugaan korupsi yang dilakukannya, seperti berjudi hingga diperiksa oleh PPATK sebesar ratusan miliar.
"Ia pergi ke Singapura, hingga Philippines (Filipina), ratusan miliar untuk berjudi," terang Susno Duadji.
Susno Duadji mengapresiasi KPK yang dinilai cerdas dalam menjemput paksa Lukas Enembe, sementara Susno juga menyayangkan tindakan Lukas Enembe.
"Kenapa tegel (tega-teganya) berfoya-foya di atas penderitaan masyarakat Papua," kata Susno Duadji.***

Share this article
Menurut Susno Duadji, kasus yang menyangkut Gubernur Papua Lukas Enembe merupakan kasus yang cukup lama.