AYOJAKARTA.COM - Kuat Ma’ruf menjadi salah satu terdakwa pembunuhan Brigadir Yosua.
Kuat Ma’ruf menjadi satu-satunya terdakwa yang sering "mencairkan" suasana persidangan dengan dipenuhi gelak tawa.
Celetukan dari Kuat Ma’ruf sampai bisa membuat Hakim Ketua Wahyu Iman Santoso tertawa saat mencecarnya di persidangan.
Seperti persidangan yang digelar pada Senin, 9 Januari 2023, celetukan supir Ferdy Sambo ini mampu membuat Hakim Wahyu tertawa.
Hakim Wahyu awalnya mencecar Kuat perihal hadiah uang Rp500 juta yang diberikan oleh Ferdy Sambo saat pembunuhan Yosua.
Hakim menanyakan apa yang dipikirkan oleh Kuat kala diberi uang Rp500 juta tersebut.
Kuat mengatakan bahwa saat itu dia malah bingung sendiri sebab dia pun tak punya rencana untuk diapakan uang tersebut.
Kuat juga mengaku merasa biasa saja ketika akan diberi uang tersebut.
Celetukan tersebut pun serasa membuat Hakim Ketua dan pengunjung persidangan tertawa.
Lebih lanjut, Hakim Ketua menanyakan perihal ungkapan Ferdy Sambo yang meminta agar Kuat Ma’ruf bersiap jika dipenjara.
Saat Ferdy Sambo mengatakan hal tersebut, Kuat mengaku bahwa dirinya menangis karena tak mau dipenjara.
“'Lah dipenjara siapa yang mau Pak lah', ya saya nangis pada saat itu,” ungkapnya, dikutip dari siaran Kompas TV, Sabtu, 14 Januari 2023.
Kuat mengungkapkan bahwa kala itu Ferdy Sambo memintanya agar membuka semua kebenarannya.
"'Iyah udah wat lah jangan ditutupin buka aja semuanya, kamu siapkan dipenjara yah Wat yah', kata Bapak begitu,” terangnya.
Baca Juga: Telak! Putri Candrawathi Mendadak 'Amnesia' saat Hakim Beberkan CCTV Berduaan dengan Kuat Maruf
Hakim Wahyu pun kembali bertanya, jika Sambo memintanya membuka semuanya, memangnya apa yang telah diturupi.
Kuat mengaku bahwa keterangannya yang palsu adalah soal ia tiarap di balkon.
“Yang tengkurep aja tiarap di balkon, yang lain saya bener, cuma karena awalnya berbohong jadi saya ngomong bener aja orang anggaplah bohong, kadang-kadang saya enek gitu loh Yang Mulia,” ucapnya disambut dengab tawa Hakim Wahyu.***

Share this article
Kuat Ma’ruf menjadi satu-satunya terdakwa yang sering "mencairkan" suasana persidangan dengan dipenuhi gelak tawa hakim.