AYOJAKARTA.COM - Masyarakat Indonesia saat ini tengah khawatir dengan adanya bencana gempa bumi yang belakangan kerap terjadi di Pulau Jawa.
Apalagi pada 21 November 2022 lalu, juga terjadi gempa besar berkekuatan 5,6 magnitudo di Cianjur, Jawa Barat.
Gempa yang terus terjadi tersebut lantas dikaitkan dengan penelitian yang memprediksi akan terjadinya gempa megathrust yang berpotensi tsunami 34 meter di Indonesia.
Baca Juga: Potensi Tsunami Akibat Gempa Megathrust M 9,1, Ini yang Mesti Dilakukan Saat Terjadi
Dikutip AyoJakarta.com dari YouTube tvOneNews pada Sabtu (10/12/2022), Pepen Supendi selaku peneliti BMKG menuturkan bahwa ada 13 titik gempa megathrust yang teridentifikasi di Indonesia.
“Di Indonesia sendiri ada 13 zona megathrust yang sudah diidentifikasi oleh para ahli mulai dari Pantai Barat Sumatera, selatan Jawa, Nusa Tenggara, utara Sulawesi dan utara Papua,” kata Pepen Supendi.
Pepen Supendi juga menjelaskan apa yang dimaksud dengan zona megathrust yang dapat berpotensi gempa besar dan menimbulkan tsunami 34 meter tersebut.
Baca Juga: Ternyata Ada 11 Tragedi Tsunami yang Terjadi di Pulau Jawa: Mulai dari Banyuwangi sampai Pangandaran
“Pada zona suduksi ini ada bagian yang kita kenal dengan zona megathrust yaitu pada bidang kotak antara lempeng sampai kedalaman sekitar 50 kilometer dan salah satunya adalah megathrust Selat Sunda,” jelas peneliti BMKG tersebut.
Namun ternyata yang mengejutkan, potensi gempa megathrust hingga menimbulkan tsunami 34 meter tersebut sudah diprediksi sejak 10 tahun lalu.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Danny Hilman pakar kegempaan dari Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Danny Hilman mengimbau pemerintah segera melakukan mitigasi yang tepat sebagai persiapan menghadapi potensi bencana gempa megathrust dan tsunami 34 meter tersebut.
“Jadi yang saya tekankan di sini adalah kita jangan lupa begitu ya masyarakat khususnya pemerintah gitu ya lupa bahwa ini harus dimitigasi,” papar pakar kegempaan tersebut.
“Karena ini kan isu yang lama ya sudah dari 10 tahun yang lalu yang efeknya tuh ramai kemudian lupa ramai lupa begitu. Jadi kita harus lebih serius lagi dalam mitigasi bencana gempa ini,” imbau Danny Hilman.
Baca Juga: Pemetaan Zona Tsunami Gempa Megathrust di Pulau Jawa: Gelombang di Tasikmalaya Paling Tinggi
Saat ditanya apakah akumulasi energi yang tersimpan dalam zona megathrust tersebut dapat dihitung atau dikalkulasi dalam penelitian sejauh ini, Danny Hilman menuturkan hal berikut.
“Nah kalau yang untuk Selat Sunda dengan Selat Jawa ini kita bisa kalkulasi tadi ya bisa mencapai 9,” ungkapnya.
“Tapi siklus gempanya belum paham jadi kita belum tahu sampai sekarang ini statusnya gimana apa masih terus bertambah apa sudah dekat dengan akhir siklus demikian,” pungkasnya.***

Share this article
Pepen Supendi selaku peneliti BMKG menuturkan bahwa ada 13 titik gempa megathrust yang teridentifikasi di Indonesia.