Awas Gejolak Sosial

Ilustrasi

Ilustrasi

Semoga pandemi COVID-19 segera berlalu. Itu harapan kita semua. Caranya? 

Pertama, PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) harus diterapkan di seluruh wilayah NKRI. Pemerintah pusat ambil tanggung jawab. Jangan serahkan ke daerah.

Kedua, PSBB mesti dilaksanakan dengan serius. Semua unsur pemerintahan mesti bersinergi untuk dukung PSBB ini. Jangan lagi ada beda pendapat dan kepentingan antara para menteri, dan pusat-daerah. Buang jauh-jauh vested interest. Bukan waktunya berpolitik. Entar kalau pandemi sudah kelar, silakan berpolitik lagi.

Ketiga, rakyat harus disadarkan dan disiplinkan. Baik melalui aturan, maupun melalui transparansi informasi. Beri pemahaman yang massif kepada rakyat. 

Jika tiga hal ini berhasil, kemungkinan akhir Mei pandemi selesai. Jika gagal? Pandemi bisa sampai akhir tahun 2020, seperti prediksi Pak Jokowi atau bahkan hingga awal tahun 2021.

Kalau pandemi makin lama, maka dampak ekonominya pasti makin dahsyat. Tidak saja pertumbuhan ekonomi yang minus dan inflasi tinggi, tapi rakyat pasti kelaparan.

Survei SMRC, 77 persen masyarakat merasa ekonominya terdampak COVID-19. 67 persen di antaranya sangat buruk.

25 persen (50 jutaan) masyarakat kita gak bisa makan kecuali pinjam. 15 persen punya tabungan untuk hidup hanya beberapa pekan ke depan. 15 persen lainnya hanya mampu bertahan untuk satu pekan. Ngeri! Anda termasuk yang mana? 

Pekan berikutnya? Pemerintah, lembaga sosial, saudara, teman dan masyarakat sekitar harus bersinergi untuk bisa membantu mereka. Terutama kelompok upper class (kelas atas). 23 persen kelompok yang menguasai 90 persen kekayaan negara ini mesti mau membongkar pundi-pundi kekayaannya untuk bantu masyarakat lower class (kelas bawah) yang terdampak. Kemampuan pemerintah dan kelompok middle class (kelas menengah) sangat terbatas. Saatnya orang-orang yang super kaya ini ambil peran dan ikut menyelamatkan bangsa. 

Sepekan ini, kita hampir setiap hari dapat kiriman video terkait penjambretan dan pembegalan. Infonya, ini ulah diantara 36.554 napi yang dilepas Kemenkumham. Mungkin betul. Walaupun tak semuanya. Kok puluhan napi dilepas? Kontroversial! Bukankah mereka masih muda, dan punya record kriminal? Kenapa bukan yang usianya di atas 50 tahun, atau napi koruptor? Kalau usia tua dilepas, kemungkinan gak akan melakukan kriminal lagi. Kalau koruptor dilepas, kecil kemungkinan bisa korupsi lagi. Soal ini, tanya Menkumham. 

Kenapa kriminalitas makin sering terjadi? Kelaparan! Ini salah satu faktor utamanya. Kalau ini terus terjadi, dan jumlahnya makin banyak, apalagi masif, maka gejolak sosial tak bisa dihindari lagi. 

Setidaknya ada tiga faktor mengapa gejolak sosial terjadi. Pertama, distribusi keadilan yang tak merata. Termasuk keadilan hukum, politik dan ekonomi. Beberapa tahun ini rakyat sudah berteriak soal ini. Meski terkendali, tapi dalam situasi silent cinflict. Ada trigger, rawan pecah! (Baca teorinya Jonathan Turner). 

Kedua, kelaparan. Kalau di rumah tak lagi ada beras, mereka jual perabotan. Perabotan habis, mereka minta bantuan dan pinjam sana-sini. Gak ketemu, mereka akan jual barang orang lain. Mencuri, menjambret dan membegal tak lagi bisa dihindari. Hanya untuk makan. Bahaya! 

Ketiga, negara melemah dan muncul kekuatan di luar sang penguasa. Kekuatan yang lahir biasanya tak jauh dari lingkaran istana. "Para pengkhianat" muncul dan memanfaatkan situasi darurat. Ingat 1998? Para menteri mundur, Presiden Soehrto sendirian. Kekuatan di sekitar istana bermain dan memanfaatkan situasi darurat itu. Jeger! 

Ini sudah hukum politik. Selama di luar istana tak ada kekuatan superior yang mampu kendalikan infrastruktur politik, maka pengkhianat di sekitar istana yang akan mengambil keuntungan dalam situasi darurat. 

Ketika ekonomi negara terpuruk, rakyat kelaparan dan gejolak sosial masif terjadi, ini situasi sulit bagi bangsa ini. Belum lagi ada sekelompok orang yang profesinya "memancing di air keruh". Mereka selalu memanfaatkan situasi darurat. 

Dalam teori "the function of social conflict", Lewis Coser menggambarkan sekelompok orang yang mendorong terjadinya gejolak sosial dan memanfaatkan konflik untuk menawarkan peran setelah sebelumnya tersingkir dari arena permainan. Nah, melihat pembegalan akhir-akhir ini dengan pola yang sistemik, patut dicurigai ada pihak yang sedang memancing di air keruh. Kalau ini benar, maka dipastikan mereka adalah orang-orang profesional. Saatnya polisi dan rakyat berkolaborasi. 

Seorang filosof dari Slovania bernama Zizek menawarkan terapi komunisme. Dalam buku terbarunya berjudul "Pandemik! Covid-19 Dhakes the World" ia menulis: "Virus corona adalah serangan telak bagi kapitalisme dan merupakan penemuan kembali komunisme". Sebuah gagasan radikal. Dahi anda pasti berkerut denger ini.

Kritik Zizek kepada kapitalisme, ok. Sepakat. Dan tak ada kelompok yang lebih bersemangat dan sistemik dalam membongkar bobroknya kapitalisme di luar kelompok marxis. Selebihnya, utopis. Dan ciri komunisme-Marxis memang selalu utopis, bahkan sadis. 

Kalau semangatnya adalah bagaimana menghadapi musibah ini secara bersama-sama, it's ok. Semua agama punya solusi yang sama. Kontra kapitalisme. Berbagi adalah cara paling efektif untuk menghadapi kelaparan massal. Dan ini harus dilakukan tidak saja secara masif, tapi mesti terstruktur dan siatemik. Perlu database yang valid sebagai acuan.

Dari database itu akan terlihat jumlah orang miskin lama (OML) dan orang miskin baru (OMB), lengkap sebarannya. Pemerintah, lembaga sosial, dan kelompok upper class mesti bersinergi untuk mengatasi. Tidak jalan sendiri-sendiri. 

Sekarang, terlihat massif, tapi tak merata. Hanya menyelesaikan sebagian saja, sebagian yang lain tak tersentuh. Kenapa tidak dikordinasikan melalui pengurus RT misalnya. Mereka punya yang lebih tahu kondisi warganya.

Dari diskripsi situasi di atas, jika PSBB menyeluruh di seluruh wilayah Indonesia, pemerintah serius dan masyarakat punya kesadaran, maka kemungkinan pandemi COVID-19 akan segera berakhir di bulan Mei. Gejolak sosial gak sampai terjadi secara masif.

Begitu juga jika pandemi terpaksa berlanjut sampai akhir tahun, tapi sinergi pemerintah, lembaga sosial, masyarakat upper class berhasil manjamin ketahanan pangan warga yang terdampak COVID-19 sampai akhir tahun, maka gejolak sosial masih bisa ditekan.

Tapi, jika kedua opsi di atas tak dilakukan secara optimal, maka gejolak sosial besar kemungkinan tak bisa dikendalikan. Dan penerapan darurat sipil hanya akan menambah situasi lebih parah lagi. Kita tak ingin ini terjadi. 


Tony Rosyid
Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ekonomi 04 Jun 2026, 18:48 WIB

Rupiah Tembus Rp18.023, Begini Strategi Maybank Wealth Management Amankan Aset Nasabah

Rupiah tembus Rp18.023/USD dipicu inflasi Mei naik 0,28% & suku bunga AS tinggi. Hadapi krisis, Head Wealth Management Maybank Johan Kesuma Harsa sarankan nasabah lakukan diversifikasi investasi.

News 04 Jun 2026, 18:05 WIB

Infogresik Ajak Pelaku Kreatif Ubah Homeless Media Jadi Rumah Aspirasi Warga

Infogresik tegaskan Homeless Media wajib jadi rumah nyaman bagi publik. Simak strategi kelola konten lokal yang tepercaya di sini!

Gadget 04 Jun 2026, 15:53 WIB

Secanggih Apa Chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 Samsung Galaxy Z Fold 8? Simak Ulasannya

Samsung rilis Galaxy Z Fold 8 Ultra Juli 2026. HP tipis 4,1 mm ini bawa baterai 5.000mAh (45W), teknologi laser drilling agar layar rata tanpa lipatan, chip 2nm, RAM hingga 16GB, dan kamera 200MP.

Gadget 04 Jun 2026, 14:49 WIB

Bocoran Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra, Baterai Jumbo dan Layar Tanpa Lipatan

Samsung bersiap merilis Galaxy Z Fold 8 Ultra pada Juli 2026. Ponsel lipat tipis 4,1 mm ini bawa baterai 5.000mAh (45W), layar tanpa bekas lipatan, chip Snapdragon 8 Elite Gen 5, dan kamera 200MP.

News 04 Jun 2026, 14:46 WIB

Suara Pengamat: ISMN Meet Up Surabaya 2026 Benteng Pertahanan Kreator Lokal

Pengamat puji ISMN Meet Up Surabaya 2026! Dinilai sukses jadi wadah strategis yang bikin ekosistem media sosial jadi jauh lebih sehat.

Metropolitan 04 Jun 2026, 14:16 WIB

Pemeliharaan Gardu Listrik PLN 5-6 Juni 2026, PAM JAYA: Terdapat 45 Wilayah Terdampak Suplai Air

Informasi penting terkait gangguan sementara pada suplai air di sejumlah wilayah Jakarta akibat pekerjaan pemeliharaan gardu listrik milik PLN yang menjadi sumber pasokan energi bagi Instalasi Pengola

Viral 04 Jun 2026, 14:12 WIB

Viral 'Pulau Sampah' di Pesisir Muara Angke, 70 Personel UPS DLH DKI Lakukan Penanganan Secara Bertahap!

Tim gabungan dari berbagai unsur mulai melakukan aksi pembersihan besar-besaran terhadap tumpukan sampah yang membentuk daratan atau dikenal sebagai "pulau sampah" di pesisir Jakarta Utara.

News 04 Jun 2026, 13:39 WIB

Peringatan Keras Kemenhaj RI, Jemaah Haji Dilarang Bawa Air Zamzam di Dalam Koper!

Kementerian Haji dan Umrah RI memberikan peringatan keras kepada jemaah haji agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun tas kabin saat kepulangan ke Indonesia.

Jakarta Selatan 04 Jun 2026, 13:20 WIB

Pastikan Produk Pangan Aman, Sudin KPKP Jakarta Selatan Lakukan Uji Sampel di 5 Lokasi Ini!

Pastikan produk pangan yang beredar di masyarakat aman, Suku Dinas Ketahanan Pangan, kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan aktif lakukan pengawasan.

Metropolitan 04 Jun 2026, 13:05 WIB

30 Rumah Warga Hangus Terbakar di Jakarta Pusat, Pemkot Jakpus Gerak Cepat Berikan Bantuan!

Kebakaran kembali terjadi didi Jalan Tanah Tinggi IV RT 09 RW 07, Johar Baru, Jakarta Pusat, sekitar pukul 00.15 WIB pada Kamis, 4 Juni 2026 dini hari yang menghanguskan 30 rumah warga.

News 04 Jun 2026, 11:51 WIB

Bikin Geleng Kepala! 4 Tindakan Dugaan Korupsi Ex Kepala BGN Dadan Hindayana Cs

Kejaksaan Agung sudah menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan mantan Wakil Kepala BGN Sony Sanjayana dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka dugaan korupsi tata kelola MBG

Komunitas 04 Jun 2026, 10:59 WIB

ISMN Meet Up Surabaya 2026 Resmi Dibuka, Jembatan Sukses Kreator Lokal Hadapi Dinamika Industri

ISMN Meet Up Surabaya 2026 resmi dibuka! Ajang kolaborasi kreatif untuk bantu kreator lokal bertahan dan bertumbuh di tren media sosial.

Jakarta Barat 04 Jun 2026, 10:51 WIB

Diduga Artefak, Sudin Kebudayaan Jakarta Barat Tindak Lanjut Temuan 4 Lempengan Batu Granit Aksara Cina!

Diduga artefak, temuan lempengan batu di wilayah Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan ditindaklanjuti oleh Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Barat.

News 04 Jun 2026, 10:16 WIB

Jembatan Baru Komunikasi Publik, ISMN Hubungkan Kominfo Jatim dan Homeless Media

ISMN gandeng Kominfo Jatim rangkul Homeless Media! Sinergi radikal ini siap ubah peta informasi dan guncang dominasi media arus utama.

Metropolitan 04 Jun 2026, 07:47 WIB

679 Jiwa Terdampak Kebakaran Kemayoran, Dinsos DKI Berikan Bantuan Logistik: Makanan hingga Layanan Dukungan Psikososial

Dinas Sosial DKI Jakarta diketahui memberikan bantuan logistik berupa makanan siap saji, kebutuhan dasar, perlengkapan keluarga dan sekolah, termasuk Layanan Dukungan Psikososial serta dukungan hunian

Metropolitan 04 Jun 2026, 07:11 WIB

Prediksi Cuaca DKI Jakarta Kamis 4 Juni 2026: 4 Wilayah Serentak Hujan Sore hingga Malam Hari

Informasi seputar prediksi cuaca DKI Jakarta dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada hari Kamis, 4 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 22:20 WIB

Aturan Baru Cukai Rokok dan Kemasan Polos, Sanggupkah 6 Juta Pekerja Tembakau Bertahan?

Layer baru cukai 2026 & aturan kemasan polos ancam industri rokok legal. Kebijakan ini dinilai memicu PHK masif bagi 6 juta pekerja & petani. Ahli desak penguatan hukum nyata, bukan regulasi baru.

Pendidikan 03 Jun 2026, 21:51 WIB

UIC Creative Showcase 2026 bertema “The Great Britain Festival in Indonesia” Saatnya Unjuk Gigi di Negeri Inggris Raya

UIC College, dibawah naungan USG Education Group menggelar UIC Creative Showcase 2026 bertema "The Great Britain Festival in Indonesia".

Nasional 03 Jun 2026, 20:58 WIB

Dilema Cukai Rokok 2026, Mengapa Produsen Legal Merasa Dikorbankan oleh Layer Baru Menkeu?

Rencana layer baru cukai 2026 untuk akomodasi rokok ilegal dinilai tidak adil bagi pabrikan patuh. Kebijakan ini memicu moral hazard, ancam pangkas Rp150 T kas negara, dan rontokkan industri legal.

Bisnis 03 Jun 2026, 20:40 WIB

BTN Perluas Program Bayar Angsuranmu dengan Sampahmu ke 8 Provinsi

BTN berkolaborasi dengan Bank Sampah Muria Berseri Kudus untuk mendorong pengurangan emisi dan pengelolaan sampah bernilai ekonomi.