Pada tahun 2004 terhimpun laporan dari para gubernur dan bupati/wali kota se-indonesia pada pemerintah pusat yang menyimpulkan bahwa terdapat 2.870 pulau bernama dan 9.634 pulau tak bernama di Indonesia. Dari sekian banyak pulau tersebut, hanya 6 ribu pulau yang berpenghuni.
Selain memiliki kekayaan dlm konteks jumlah pulau, Indonesia diyakini memiliki kekayaan flora dan fauna yang sulit dicari pembandingnya. Demikian pula dalam konteks budaya.
Ada lebih dari 300 kelompok etnik atau suku bangsa di Indonesia, atau tepatnya 1.340 suku bangsa menurut sensus BPS tahun 2010.
Identitas paling mendasar dari sekelompok orang, atau sebuah suku bangsa adalah bahasa yang dipergunakan dalam lingkungan internalnya. Jadi, berapa bahasa yang masih dituturkan oleh sekian banyak etnis yang ada di Indonesia?
Summer Institute of Linguistics (SIL) menyebut jumlah bahasa di Indonesia sebanyak 719 bahasa daerah dan 707 di antaranya masih aktif dituturkan.
Sedangkan Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan dari Kemendikbud baru berhasil memetakan 718 bahasa dari 2.560 daerah, melalui pengamatan ke seluruh wilayah Indonesia, itu belum termasuk adanya perbedaan dialek dan sub-dialek.
Memperhatikan data-data tersebut di atas, kita selayaknya bangga memiliki kekayaan sedemikian rupa. Namun apakah pemangku kepentingan di negeri ini telah sepakat untuk menganggap hal ini sebagai sebuah assets berharga ? Menurut saya sih faktanya belum demikian…
Dengan menyimak keterangan dari Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO), baru mencatatkan 143 bahasa daerah di Indonesia berdasarkan status vitalitas atau daya hidup bahasa.
Bahasa bukan semata-mata tentang kosa kata dan struktur tata bahasa untuk menyampaikan makna, tetapi secara holistik merefleksikan identitas, memori dan jati diri penuturnya.
Berapa tahun lagi setiap bahasa lokal nusantara itu masih akan dituturkan oleh generasi berikutnya? Hanya persoalan waktu, maka satu per satu bakal hilang seiring laju peradaban. Namun jika peduli akan jati diri, paling tidak memori tentang bahasa tersebut harus terdokumentasikan secara layak.
Heru Nugroho
Wakil Ketua Bidang Pengembangan Usaha, Kerjasama, dan Marketing PANDI; Mantan Staf Khusus Menteri Pemuda dan Olahraga

Share this article
Berapa tahun lagi setiap bahasa lokal nusantara itu masih akan dituturkan oleh generasi berikutnya?