AYOJAKARTA.COM - Kasus kematian Brigadir Nofriansyah Hutabarat atau lebih dikenal dengan Brigadir J masih terus dalam penyelidikan.
Saat ini seluruh terdakwa yang terlibat pembunuhan berencana terhadap Brigadir J tengah menjalani proses persidangan.
Seperti yang diketahui sidang lanjutan para terdakwa pekan ini ditunda hingga akhir November.
Namun meski ditunda, kejanggalan-kejanggalan dalam kasus pembunuhan ini masih terus ramai diperbincangkan.
Salah satu kejanggalan yang terus menjadi sorotan dalam kasus ini adalah pernyataan terdakwa Putri Candrawathi yang kekeh mengaku telah mendapat tindak kekerasan seksual dari korban yakni Brigadir J.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal Youtube Tv One News pada (14/11/22), pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel memberikan tanggapannya sebagai ahli mengenai polemik kekerasan seksual yang mengaku dialami oleh tersangka Putri Candrawathi tersebut.
Menurut Reza Indragiri Amriel, sosok terdakwa Putri Candrawathi sangat tidak sesuai dengan profil dari seorang korban yang telah mendapatkan pelecehan seksual.
“Sepanjang pemahaman saya kecil sekali kemungkinan atau mungkin tidak ada orang yang mengaku sudah mengalami kekerasan seksual mengekspose dirinya ke hadapan publik, dia perkenalkan dirinya lalu dia sebut Namanya” tutur Reza Indragiri.
Lebih lanjut ia menjelaskan, “Juga sulit diterima oleh akal saya orang yang mengklaim sebagai korban kekerasan seksual ini justru resistance ketika didatangi oleh LPSK Lembaga yang ingin memberikan perlindungan kepada dia”
Baca Juga: Putri Candrawathi Diisukan Ikut Arisan Brondong, Martin Lukas Simanjuntak: Gayanya Hedon Sekali!
Reza Indragiri Amriel juga mengungkapkan berdasarkan penjelasan ilmuwan, seseorang yang menjadi korban kekerasan seksual bahkan bisa sangat trauma.
“Sungguh sulit bagi korban kekerasan seksual untuk berkata-kata bahwa saya sudah mengalami kekerasan ini karena sebagai ilmuwan pun mengatakan trauma akibat kekerasan seksual adalah trauma di atas trauma itu menunjukkan betapa guncangan kejiwaan itu sedemikian hebat dialami oleh korban” jelas Reza Indragiri.
Lalu bila disinkronkan dengan profil Putri Candrawathi yang mengaku telah menjadi korban kekerasan seksual oleh Brigadir J, maka tidak ada kecocokan sama sekali.
Reza Indragiri juga menyanyangkan keputusan pihak Komnas HAM dan Komnas Perempuan yang menyimpulkan terlalu cepat jika Putri Candrawathi telah mengalami kekerasan seksual.
“Tapi ‘sayang beribu sayang’ ternyata Komnas HAM dan Komnas Perempuan salah satu rekomendasinya menyimpulkan diduga kuat sudah terjadi kekerasan seksual terhadap Putri Candrawathi”
Reza Indragiri juga mengatakan, “Dan merekomendasikan atau mendorong petugas penegakkan hukum untuk melakukan investigasi itu profil PC yang menurut saya jauh dari korba kekerasan seksual”. ***

Share this article
Psikolog forensik Reza Indragiri mengungkapkan bahwa Putri Candrawathi tak mencerminkan korban kekerasan seksual, berikut ciri-cirinya.