AYOJAKARTA.COM - Mendengar nama Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Brigadir Joshua, Bripka RR, ART Susi, Bharada Eliezer, sampai Kuat Maruf tentu tidak asing, tapi bagaimana dengan Brimob?
Dalam banyak momentum dan peristiwa, kehadiran pasukan Brimob memang menyita pandangan mata serta menggugah decak rasa kagum.
Peran Brimob juga terlihat dalam kasus kematian Brigadir J yang melibatkan nama mantan Irjen Pol Ferdy Sambo yang sudah dipecat dengan tidak hormat sejak 23 September 2022.
Pada kasus tewasnya Brigadir J yang melibatkan petinggi polisi, Brimob berperan dalam mengemban jaminan keamanan dan penanggulangan potensi gangguan.
Dari mengamankan TKP (Tempat Kejadian Perkara), rekonstruksi, pemeriksaan, penahanan tersangka, pengawalan menuju ke persidangan, sampai memastikan jalannya persidangan Ferdy Sambo, semua melibatkan Brimob sebagai penjamin keamanan.
Menjalankan tugas dengan tanggung jawab berat, tentu saja menuntut ketangkasan dan ragam kecerdasan setiap personil serta kemampuan dalam menggunakan peralatan.
Baca Juga: Ferdy Sambo Bakal Lolos dari Hukuman Mati? Ini Penjelasan Kuasa Hukum Brigadir J
Dikutip Ayojakarta.com dari kanal Youtube Beda Nggak dan Humas Korps Brimob pada 4 November 2022, diketahui sejumlah informasi tentang kualifikasi dan perlengkapan standar yang digunakan personilnya dalam bertugas.
Untuk kepala sampai kaki setiap personil dibekali dengan perlengkapan helm anti peluru, balaclava atau penutup wajah, kacamata goggles, pelindung siku, kantong ganda magazine sesuai senjata.
Ballistic vest atau rompi anti peluru, pakaian dalam armor combat shirt, kantong radio universal, seragam taktis, tas multifungsi, sarung tangan multi fungsi.
Selain itu setiap personil juga wajib menggunakan pelindung lutut, perlengkapan obat standar, sarung pistol, sepatu boots khusus.
Dalam kondisi tertentu, setiap personil Brimob juga menggunakan masker gas khusus ketika menangani potensi keamanan yang berhubungan dengan ancaman KBR (Kimia, Biologi, Radioaktif).
Memiliki kemampuan melawan teror, pengetahuan penjinakan bom (Jibom), serta mengaplikasikan kemampuan Search and Rescue (SAR), tegas namun paham prinsip HAM dalam bertugas adalah syarat mutlak setiap personilnya.
Baca Juga: Ini Awal Mula Cerita CCTV Rusak di Rumah Ferdy Sambo, Padahal Ada 2 Lho
Agar bisa menjadi seorang anggota pasukan khusus seperti Brimob atau posisi penting lainnya, bukan hanya membutuhkan kemampuan fisik yang prima, tetapi juga pengendalian diri dan kecerdasan emosi yang paripurna.
Sebab jika kecerdasan emosi diabaikan, maka peristiwa tewasnya Brigadir Joshua yang diduga dilakukan Ferdy Sambo, bisa saja kembali terulang di masa mendatang.
Untuk mengenali ciri kecerdasan emosi seseorang itu baik atau bahkan mungkin buruk, bisa dilihat pada tautan: https://www.ayojakarta.com/gaya-hidup/pr-765243720/ketahui-ini-ciri-orang-dengan-kecerdasan-emosi-rendah ***

Share this article
Tak banyak yang tahu, ini perasn pasukan Brimob di persidangan Ferdy Sambo yang tak terlihat oleh netizen.