AYOJAKARTA.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik setelah banyaknya kasus keracunan terjadi. .
Terkini, program MBG Mendapat kritik keras dari Anggota Komisi IX DPR RI yakni Nurhadi.
Terlebih penerapan program yang masih rendah sekitar 22%.
Baca Juga: Komitmen bank bjb Hadirkan Hunian Nyaman bagi Warga Jawa Barat
"Penerapan Masih rendah yakni 22%, di lapangan terjadi oknum yang menjual di lokasi," ujarnya dikutip Ayojakarta dari YouTube Komisi IX DPR RI pada Sabtu, 20 Agustus 2025.
Lebih lanjut Nurhadi mengkritik mengenai temuan dugaan 5.000 titik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dicurigai fiktif dan meminta BGN untuk terjun langsung melakukan sidak terlebih masih banyaknya kasus keracunan.
"Apakah bapak tahun betul permasalahan di lapangan, seperti yang pernah saya laporkan ke bapak, seperti adanya oknum yang menjual lokasi titik, menyatakan benar, buktinya BGN memberikan kebijakan roll black yang alhamdulillah ditemukan 5.000 titik fiktif, artinya kenyataan di lapangan seperti itu, belum masalah keracunan yang sering terjadi," pungkasnya.
Baca Juga: iPhone 17 Series Resmi Rilis: Desain Tipis, Kamera Selfie Kotak, Pakai Chipset Terbaru A19 Bionic
"Saya Minta tolong kepada pak Dadan jangan hanya laporan ABS, asal bapak senang tapi bapak juga turut hadir tidak hanya acara seremonial, tapi sidak khusus ke dapur yang operasionalnya yang dilakukan kepala SPPI atau ahli Gizi,
yang nyatanya sudah mendapatkan pelatihan ketat di Universitas Pertahanan tapi tetap terjadi keracunan," tegasnya.
Nurhadi mendesak agar BGN segera mempublikasikan secara transparan data lengkap mulai dari titik lokasi, status pembangunan hingga jadwal operasi.***

Share this article
Terkini, program MBG Mendapat kritik keras dari Anggota Komisi IX DPR RI yakni Nurhadi.