AYOJAKARTA.COM -- Kontroversi munculnya akun kaskus Fufufafa yang kian memanas membuat Pakar Hukum Tata Negara Universitas Andalas ikut bersuara.
Menurut Feri Amsari akun Fufufafa merupakan bentuk cara pandang seseorang atau individu terhadap individu lain dalam rentang waktu tertentu terhadap sesuatu.
Karena itu apabila Gibran Rakabuming terbukti sebagai sosok di balik akun Fufufafa, maka hal tersebut bisa membawa dampak yang bersifat politik.
Baca Juga: Sebut Gibran Sampah Masyarakat, Amien Rais Akui Mudah Gulingkan Anak Jokowi Usai Akun Fufufafa Viral
Selain karena telah menjadi permasalahan sosial, unggahan akun Fufufafa juga memiliki tendensi kebencian yang bersifat individual serta aspek moral.
Sehingga membutuhkan metode dan penanganan khusus dari para perangkat hukum agar proses bernegara di Indonesia bisa menjadi seimbang.
Proses pembuktian yang bersifat terbuka, menurut Feri penting dilakukan agar proses bernegara tidak mengalami kendala.
“Bagi saya jangan terburu-buru merespons tanpa pembuktian yang terbuka, atau biarkan proses hukum masuk, pertanyaannya siapa yang mau meriksa anak presiden?” ungkapnya.
Seorang Wakil Presiden, menurut Feri merupakan warga negara dengan integritas istimewa yang memiliki peran sangat besar dan mendasar bagi sebuah bangsa.
Mengambil analogi Pilot dan Co Pilot, seorang Wapres dalam istilah Ketatanegaraan tidak bedanya dengan Ban Serep yang harus memiliki kualitas sebanding dengan Ban Utama.
“Kalau Ban Serepnya rusak, kita sia-sia menaruh ban cadangan itu dalam perjalanan kita yang mungkin banyak kendala kedepannya,” imbuh Feri.
Meski sudah terbilang lawas atau sudah terjadi bertahun-tahun lalu, akun Fufufafa menurut Feri merupakan bagian dari masa lalu seseorang.
Terkait dengan aspek moral dan integritas seorang pemimpin dan negarawan, hal serupa juga pernah terjadi di Amerika.
Sebagaimana juga Barack Obama sebelum terpilih menjadi seorang Presiden, di masa muda ia juga pernah berbuat kesalahan.
“Dia menyampaikan bahwa di masa muda dia pernah Nyimeng, dia juga punya masa lalu tersendiri, dan dia mohon maaf atas tindakan sebagai pemuda biasa,” imbuh Feri.
Kejujuran Obama kepada publik Amerika atas masa lalu kelam serta upaya perubahan menjadi lebih baik dari masa mudanya, justru berdampak positif secara politik.
Sikap Obama yang jujur dan apa adanya, menurut publik Amerika merupakan hal yang patut diapresiasi sehingga berbuah kemenangan serta tidak menjadi kontroversi.
“Problemnya Pak Wapres terpilih ketika ditanya mengatakan, ya tanyakan kepada Pemilik akunnya yang berarti tidak, bagaimana kalau kemudian terbukti sebaliknya?”
Namun demikian, Feri menyatakan bahwa konstitusi Indonesia sudah menyediakan berbagai pertimbangan untuk melakukan proses hukum terkait akun Fufufafa.***

Share this article
Kontroversi munculnya akun kaskus Fufufafa yang kian memanas membuat Pakar Hukum Tata Negara Universitas Andalas ikut bersuara.