AYOJAKARTA.COM -- Jawa Barat memiliki potensi besar dalam transisi energi baru terbarukan. Pelaksana Harian (Plh.) General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT), Rifki Santoso, menegaskan bahwa wilayah ini memiliki sumber daya alam melimpah untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga air (PLTA), tenaga panas bumi (PLTP), dan tenaga surya (PLTS).
"Potensi di Jawa Barat ini cukup melimpah untuk pembangkit tenaga air, ada PLTP panas bumi itu juga berlimpah, lalu juga yang terbaru yang kita akan galakan ada PLTS tenaga surya," ujar Rifki.
Rifki menyampaikan, proyek PLTS Cirata telah beroperasi, dan PLN kini tengah mengupayakan pengembangan PLTS Saguling, yang berpotensi memiliki kapasitas lebih besar dari Cirata.
Dengan perencanaan yang matang, PLN menargetkan proyek ini dapat mulai beroperasi pada 2028. "Mudah-mudahan bisa terrealisasi, ya mungkin juga bisa mengalahkan kapasitas yang Cirata," harap Rifki.
Di sisi lain, menurut Rifki, sistem kelistrikan di Pulau Jawa sudah terinterkoneksi dari barat hingga timur, sehingga suplai sistem kelistrikan ini dapat dikelola dan didistribusikan ke seluruh wilayah.
"Untuk suplai itu pastinya diprioritaskan untuk di daerah Jawa Barat, nanti sebagian juga akan menyebar ke sistem di Jawa seluruhnya," jelasnya.
Sementara itu, PLN memilih Subang sebagai fokus selanjutnya untuk proyek pembangunan infrastruktur kelistrikan karena dua alasan utama yakni permintaan konsumen dan kesiapan sistem.
Rifki menyebutkan, Subang memiliki banyak pelanggan industri yang membutuhkan pasokan listrik stabil. Selain itu, kapasitas gardu induk Subang telah mencapai 90 perseb, sehingga diperlukan gardu induk baru untuk menjaga keandalan sistem.
"Kalau misalkan ada gangguan itu akan sulit karena tidak bisa menampung trafo yang lain, maka yang dibutuhkan gardu induk baru," katanya.
Proyek kelistrikan di Subang ini diharapkan dapat meningkatkan layanan kepada pelanggan serta memastikan keandalan sistem kelistrikan di wilayah tersebut.
Share this article
Jawa Barat memiliki potensi besar dalam transisi energi baru terbarukan dan sumber daya alam melimpah untuk pengembangan sistem kelistrikan.