AYOJAKARTA.COM - Kegaduhan kasus Vina Cirebon kini sudah menyeret deretan nama yang tampak asing bagi public, satu diantaranya adalah Pegi Setiawan.
Pegi Setiawan adalah tersangka yang ditetapkan oleh penyidik sebagai DPO Pegi alias Perong.
Terkait penetapan tersangka tersebut, hingga saat ini masih meyisakan misteri dan kejanggalan, khususnya bagi keluarga dan tim kuasa hukum Pegi Setiawan.
Bukan tanpa alasan, pasalnya banyak pihak menuding bahwa Polda Jabar sebagai penyidik tak cukup memiliki alat bukti yang kuat mengarah pada Pegi Setiawan adalag Pegi alias Perong.
Baca Juga: 5 Tanda Seseorang Tertarik pada Kita saat Bertemu, Perhatikan Cara Dia Bersikap
Komjen Pol (purn) Susno Duadji Pertanyakan Soal Alat Bukti
Atas dasar tersebut, Komjen Pol (purn) Susno Duadji Mantan Kabareskrim Polri pun memiliki pandangan yang sangat tajam.
Susno mengungkap bahwa penetapan dan penangkapan tersangka harus didasarkan pada bukti terlebihdahulu.
"Kumpulkan alat bukti dulu baru tangkap pelakunya," Ungkap Susno Duadji dikutip dari kanal YouTube Indonesia Lawyers Club, Sabtu (6/7/2024).
Baca Juga: Kamu Tipe Teman yang Seperti Apa? Ketahui Jawabannya di Sini
Susno Duadji juga mengungkap bahw sebanyak apapun saksi yang ada tak bisa lantas dipercaya tanpa adanya alat bukti sebagai pendukung Utama.
"Jangan terlalu percaya dengan keterangan saksi harus didukung alat bukti lain," Ungkapnya.
Ia juga menyatakan alat bukti tersebut bisa berbentuk fisik eperti foto maupun video.
"Tetapi kalau didukung alat dukung bukti lain, misalnya ada potret ada video," Kata Susno Duadji.
Terkait alat bukti yang menguatkan bahwa Pegi Setiawan adalah Pegi alias Perong tersebut pun kini juga dipertanyakan oleh Susno Duadji.
Tak hanya itu, Ia juga mempertanyakan tentang CCTV dan HP Korban Vina dan Eki yang rumornya tak dibongkar jadi alat bukti pendukung yang valid.
"Kenapa 6 CCTV itu tidak dibuka? Handphone tidak dibuka sampai hari ini?" Kata Komjen Pol (purn) Susno Duadji Mantan Kabareskrim Polri.***
Share this article
Susno Duadji singgung soal alat bukti CCTV dan HP kasus pembunuhan Vina Cirebon, ada apa sebenarnya?