AYOJAKARTA.COM – Mantan Bupati Purwakarta yakni Dedi Mulyadi ikut turun gunung mengusut kasus pembunuhan Vina dan Eki.
Diketahui, baru-baru ini Dedi Mulyadi sempat turun langsung mendatangi para saksi dan tempat kejadian kasus tersebut.
Secara blak-blakan, Dedi mengungkapkan ia meragukan kesaksian Aep.
Diketahui, Aep mengaku melihat kejadian tersebut saat hendak membeli rokok di sebuah warung dalam jarak 100 meter.
Baca Juga: Kuasa Hukum Saka Tatal dalam Kasus Pembunuhan Vina Ajukan Laporan Terhadap Dugaan Saksi Palsu
Aep juga mengaku melihat dengan jelas siapa saja orang yang terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut termasuk Pegi Setiawan.
“Saya pergi ke Cirebon dan ketika saya tanya warung di depan pencucian mobil ternyata warung nasi bukan warung rokok,” ungkap Dedi Mulyadi dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Intens Investigasi pada Rabu, 12 Juni 2024.
Hal tersebut tentunya berbanding terbalik dengan kesaksian yang diungkapkan Aep beberapa waktu lalu.
Tak hanya menelusuri kebenaran kesaksian Aep, Dedi Mulyadi juga mengaku melakukan rekonstruksi kesaksian yang diutarakan Saka Tatal dan Sadikun.
Dalam kesaksiannya, Sadikun menjelaskan pada malam kejadian tersebut Saka Tatal berkumpul bersama temannya dalam satu rumah.
Namun pada malam itu, motor yang ditumpangi temannya mogok dan kemudian distep hingga hampir melewati tempat kejadian (Flyover Talun).
Sehingga pada saat itu, Sadikun dan Saka Tatal akhirnya memilih jalan lain untuk menghindari polisi.
“Saya lakukan rekonstruksi motor mogok kemudian didorong, belok ke kanan dan sampailah ke bengkel. Sampai di tempat bengkel saya bertanya langsung pada pemilik bengkel dan mengatakan betul pada malam itu dia (Saka Tatal dan Sadikun) ke sini,” jelasnya.
Dengan adanya kesaksian dari pemilik bengkel tersebut, Dedi Mulyadi menyimpulkan bahwa tidak mungkin para terpidana termasuk Saka Tatal melakukan aksi pembunuhan tersebut.***

Share this article
Aep ketahuan berbohong setelah Dedi Mulyadi turun gunung mengusut para saksi dalam kasus Vina Cirebon.