AYOJAKARTA.COM – Seiring kemajuan teknologi, berbagai modus penipuan online terus bermunculan dan menimbulkan kekhawatiran di masyarakat.
Para pelaku siber semakin lihai menipu korban melalui skema yang tampak meyakinkan, terutama menyasar orang-orang yang kurang waspada.
Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per 9 Februari 2025, telah diterima lebih dari 42 ribu laporan penipuan.
Baca Juga: Klik untuk Download! 15 Link Twibbon Idul Adha 2025: Meriahkan Hari Raya Kurban
Dari jumlah itu, 40.936 laporan telah diverifikasi, dengan total kerugian masyarakat mencapai sekitar Rp700 miliar hanya dalam kurun waktu tiga bulan.
Jenis modus penipuan yang paling sering terjadi adalah penipuan dalam transaksi belanja daring, diikuti penipuan berkedok investasi, serta tawaran hadiah yang menggiurkan.
OJK juga menemukan bahwa banyak korban tertipu melalui akun palsu di platform media sosial seperti Instagram.
Kondisi ini membuat sektor perbankan ikut aktif dalam upaya pencegahan.
Salah satu lembaga keuangan yang gencar melakukan edukasi publik adalah Bank BRI.
Melalui berbagai saluran, Bank BRI terus memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai potensi kejahatan siber, terutama yang berkaitan dengan modus penipuan berbasis rekayasa sosial (social engineering).
Social engineering adalah teknik manipulasi psikologis yang mengeksploitasi kelemahan seperti rasa ingin tahu, tergesa-gesa, atau kelengahan pengguna.
Jika tidak hati-hati, nasabah bisa menjadi target utama penjahat siber tanpa menyadarinya.
Untuk melindungi para nasabah, Bank BRI menerapkan sistem perlindungan menyeluruh yang mencakup tiga aspek penting: proses, teknologi, dan sumber daya manusia.
Pengembangan aplikasi yang lebih aman serta peningkatan kesadaran di kalangan nasabah dan karyawan terus dilakukan demi mencegah terjadinya kebocoran data.
Beberapa bentuk serangan modus penipuan yang kerap menyerang pengguna layanan QLola by BRI maupun nasabah umum antara lain:
1. Phishing lewat situs tiruan
Pelaku membuat halaman login yang menyerupai situs resmi perbankan untuk mencuri data kredensial pengguna.
2. URL palsu menyerupai situs asli
Digunakan untuk mengelabui nasabah agar memberikan informasi rahasia dengan mengakses alamat yang mirip qlola.bri.co.id.
3. Smishing (penipuan lewat SMS)
Mengirim pesan pendek seolah dari Bank BRI, lengkap dengan tautan berbahaya yang mengarahkan ke situs jebakan.
Baca Juga: Kamu Sering Ceroboh? Ini 3 HP Tahan Banting dan Super Awet Harga Rp1 Jutaan: Sudah Bersertifikat
4. Vishing (penipuan via telepon)
Modus penipuan ini memanfaatkan panggilan telepon palsu yang mengaku sebagai pihak bank untuk meminta informasi seperti OTP atau PIN.
5. Dukungan pelanggan palsu
Penipu berpura-pura sebagai tim customer service dan meminta korban untuk memberikan informasi pribadi atau mengakses situs palsu.
Untuk menghindari jebakan tersebut, Bank BRI mengimbau nasabah agar selalu mengakses situs resmi QLola by BRI melalui alamat qlola.bri.co.id, serta tidak sembarangan membagikan data pribadi kepada pihak yang tidak dapat diverifikasi.***

Share this article
Beberapa bentuk serangan modus penipuan yang kerap menyerang pengguna layanan QLola by BRI maupun nasabah umum antara lain