Kampus Tempat Mengajar Mahfud MD, Soroti Demokrasi di Indonesia, Ada 7 Hal yang Disuarakan

Tangkapan layar civitas akademik UII saat menyoroti demokrasi Indonesia.

Tangkapan layar civitas akademik UII saat menyoroti demokrasi Indonesia.

AYOJAKARTA.COM - Pasca Pemilihan Umum 14 Februari lalu, sejumlah akademi terus menyuarakan tentang demokrasi.

Bahkan sejumlah elemen masyarakat menyuarakan ajakan setiap tanggal 14 setiap bulan untuk menggelar aksi tentang matinya demokrasi di Rezim Joko Widodo.

Termasuk kampus tempat mantan Ketua MK Mahfud MD mengajar.

Mereka mengeluarkan pernyataan sikap kampus yang dibacakan di kampus pusat mereka.

Baca Juga: Ribuan Kuota CPNS 2024 Formasi Penjaga Tahanan Kejaksaan RI Dibuka April, Cek Persyaratan dan Tahapan Seleksi, Pejuang ASN Wajib Tau!

Menurut mereka, sejak awal pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), tanda-tanda kematian demokrasi sudah terasa.

Hanya saja tidak terlihat karena, karena berjalan sangat halus.

Contohnya dengan mengebiri Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hingga jika ada yang mengkritik pemerintah langsung diproses hukum.

Pemerintah juga melakukan upaya pembunuhan demokrasi, bahkan terkesan main kasar.

Contohnya, Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, Undang-Undang tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dan Undang-Undang Mahkamah Konstitusi. Termasuk pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja yang seakan-akan dilakukan secara konstitusional.

Baca Juga: Rahasia Karakter Seseorang yang Tersembunyi di Wajah, Bisa Dijadikan Acuan Menilai Kepribadian

Untuk itu, Universitas Islam Indonesia (UII) sebagai kampus yang lahir sebelum kemerdekaan Indonesia merasa memiliki tanggung jawab moral dan historis untuk terus berjuang menegakkan Indonesia agar berjalan di atas dasar Konstitusi dan menghormati hak asasi manusia.

Ada tujuh hal yang mereka suarakan, seperti yang dilansir Ayojakarta dari situs resmi mereka uii.ac.id, Jumat 15 Maret 2024.

1. Menuntut seluruh penyelenggara negara untuk menjunjung tinggi etika berbangsa dan bernegara, menghormati hak dan kebebasan warga negara, dan mengembalikan prinsip independensi peradilan.

2. Mengingatkan pejabat negara bahwa mereka memiliki tugas konstitusional untuk mencerdaskan kehidupan bangsa demi tercapainya masyarakat yang sejahtera, beradab, adil, dan makmur.

3. Mendorong partai politik untuk menjaga independensinya sehingga berdaya dalam menjunjung tinggi kedaulatan rakyat dan mampu menjalankan perannya untuk membangun etika dan budaya politik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Baca Juga: Rahasia Karakter Seseorang yang Tersembunyi di Wajah, Bisa Dijadikan Acuan Menilai Kepribadian

4. Mendesak partai politik yang kalah dalam Pemilihan Presiden 2024 ini untuk menjadi oposisi penyeimbang yang berpegang teguh pada etika berbangsa dan bernegara, serta menjunjung tinggi Konstitusi dan hak-hak asasi manusia dengan menggunakan hak angket dan mencari langkah politik dan hukum lainnya sebagai penghukuman terhadap Presiden Jokowi yang terbukti mengkhianati Reformasi 1998 dan telah melakukan praktik korupsi kekuasaan secara terbuka.

5. Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali sadar dengan memboikot partai politik yang menjelma menjadi penghamba kekuasaan dan uang serta terang-terangan mengkhianati tugas utamanya sebagai pelaksana kedaulatan rakyat.

6. Meminta lembaga-lembaga negara sesuai tugasnya seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), dan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) untuk mengusut semua kecurangan pemilu, termasuk yang dilakukan Presiden Jokowi, pada masa sebelum, ketika, dan sesudah pemungutan suara. Pemilu harus menjadi sarana menghasilkan pemerintahan yang absah (legitimate).

7. Menyerukan kepada aktivis masyarakat sipil untuk melakukan pembangkangan sipil dan menolak menjadi bagian dari kekuasaan yang direbut dengan berbagai muslihat tuna etika. Secara khusus, kami menyeru para tokoh kritis nasional untuk bersatu dan membuat oposisi permanen melawan rezim politik dinasti yang menjadi predator pemangsa dan pembunuh demokrasi di Indonesia.***

Baca Juga: Ramah atau Sombong? Ungkap Kepribadian Tersembunyi dari Gaya Berpakaian Kamu

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Pendidikan 15 Jun 2026, 12:30 WIB

Website Error, Publik Keluhkan SPMB 2026 di Jakarta Tidak Transparan

Pemprov DKI membuka SPMB 2026/2027 online berdaya tampung 245.980 kursi untuk SD-SMK. Di hari pertama, warga mengeluhkan website resmi yang error dan dinilai menghambat transparansi seleksi.

Metropolitan 15 Jun 2026, 11:48 WIB

SPMB 2026/2026 DKI Jakarta Resmi Dibuka Hari Ini! Kepala Disdik DKI: Pastikan Transparan Tanpa Diskriminasi

Pemprov DKI Jakarta resmi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 pada Senin, 15 Juni 2026.

Metropolitan 15 Jun 2026, 10:54 WIB

Aksi Pemadaman Lampu 1 Jam Pemprov DKI di Hari Lingkungan Hidup 2026, Berhasil Tekan Emisi Karbon hingga 60,14 Ton CO2e!

Pemprov DKI Jakarta gelar aksi hemat energi dan pengurangan emisi karbon di Hari Lingkungan Hidup 2026 pada Sabtu, 13 Juni 2026 selama 1 jam mulai pukul 20.30–21.30 WIB.

Ekonomi 15 Jun 2026, 10:39 WIB

Mengenal Apa Itu Aturan DHE SDA dan Dampak Nyatanya ke Dompet Masyarakat Lewat Kurs Rupiah

DHE SDA mewajibkan eksportir parkir dolar di bank Himbara demi stabilitas Rupiah. Namun, Menkeu Purbaya beri insentif PPh hingga 0%, sementara pengamat Maybank sebut kebijakan ini picu dislokasi pasar

Gadget 15 Jun 2026, 09:10 WIB

Perbandingan Spesifikasi iPhone Ultra vs Galaxy Z Fold 8, Mampukah Sampung Kalahkan Apple?

Pasar HP lipat 2026 memanas. Samsung siap rilis Galaxy Z Fold 8 (baterai 5.000mAh, kamera 200MP) pada Juli. Sementara Apple bakal meluncurkan iPhone Ultra berlayar lebar 7,8 inci pada September.

Gadget 15 Jun 2026, 06:57 WIB

iPhone Lipat Perdana Siap Meluncur, Ini Perbandingan Spesifikasi iPhone Ultra vs iPhone 18 Pro Max

Apple siap rilis iPhone 18 Pro Max dengan kamera superior & iPhone Ultra sebagai HP lipat pertamanya. Keduanya pakai chip A20 Pro untuk hadapi Galaxy Z Fold 8 dalam persaingan pasar musim gugur ini.

Metropolitan 14 Jun 2026, 21:54 WIB

Apa Saja Syarat Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor dalam Rangka HUT Jakarta?

HUT ke-499 Jakarta dimeriahkan pemutihan denda PKB & BBNKB otomatis pada 1 Juni–31 Agustus 2026. Warga cukup bayar pokok pajak lewat Samsat Jakarta Fair atau online via Signal, tanpa permohonan khusus

Metropolitan 14 Jun 2026, 20:41 WIB

Semarak HUT ke-499 Jakarta: Tiket Wisata Gratis, Tarif Transum Rp 1, hingga Pemutihan Pajak

HUT ke-499 Jakarta bertema “Bergerak Menuju Era Baru”. Warga menikmati promo tarif transportasi Rp1, gratis masuk Ancol, Ragunan, Monas, museum, serta pemutihan denda pajak kendaraan dan konser PRJ.

Metropolitan 14 Jun 2026, 19:24 WIB

Mahasiswa dari Kampus Mana Saja yang Akan Bergabung dalam Demonstrasi di Jakarta 15 Juni 2026?

Ratusan mahasiswa dari UBK, Unpam, UMJ, dan UI menggelar demo besar di Jakarta pada Senin (15/6). Mereka menuntut evaluasi kebijakan ekonomi, stabilitas rupiah, hingga peninjauan harga BBM.

Nasional 14 Jun 2026, 18:10 WIB

Apakah Besok Senin Ada Demo Bertajuk Indonesia Bangkrut? Intip Dimana Saja Lokasinya

Gelombang aksi mahasiswa digelar Senin (15/6) di Jakarta dan Palembang guna memprotes kondisi ekonomi nasional, mengevaluasi kebijakan pemerintah, serta menuntut kesejahteraan bagi rakyat kecil.

Sport 14 Jun 2026, 15:53 WIB

Ribuan Pelari Mancanegara Meriahkan BTN Jakarta International Marathon 2026

BTN Jakarta International Marathon 2026 sukses digelar dengan lebih dari 45.000 pelari dan partisipasi peserta dari berbagai negara.

Ekonomi 14 Jun 2026, 15:22 WIB

Apa Saja Faktor Eksternal dan Internal yang Memicu Devaluasi Rupiah Saat Ini?

Rupiah melemah ke Rp17.860/USD Juni 2026 akibat faktor global & kebijakan DHE. Head Global Market Maybank I Made Budhi P Artha sebut devaluasi nilai tukar ini lebih berbahaya dari redenominasi.

Ekonomi 14 Jun 2026, 13:53 WIB

Mana yang Lebih Bahaya Saat Rupiah Loyo, Redenominasi atau Devaluasi? Ini Kata Pakar Ekonomi Maybank Indonesia

Juni 2026, Rupiah melemah ke Rp17.985/USD akibat konflik global & penjualan ritel turun 3,7%. Head Global Market Maybank I Made Budhi P Artha sebut devaluasi ini lebih bahaya dibanding redenominasi.

Nasional 14 Jun 2026, 12:43 WIB

Dony Oskaria Sebut Fundamental Ekonomi dan BUMN Jadi Penopang Penguatan IHSG

Danantara menilai penguatan IHSG mencerminkan kepercayaan investor pada fundamental ekonomi Indonesia yang tetap solid.

Teknologi 14 Jun 2026, 11:52 WIB

Manjakan Konten Kreator, Lenovo Hadirkan Dua Seri ThinkBook 16 Inci Terbaru di 2026

Lenovo luncurkan ThinkBook 16p 2026 berbekal RTX 5060 dan layar 3.2K, serta ThinkBook 16 Gen 9 IPL bertenaga Intel Panther Lake. Kedua laptop 16 inci ini dirancang tangguh untuk kreator profesional.

Gadget 14 Jun 2026, 10:41 WIB

Demi Jegal iPhone Fold, Samsung Siap Rilis Galaxy Z Fold 8 dan Z Fold 8 Ultra di 2026

Samsung siap rilis Galaxy Z Fold 8 & Z Fold 8 Ultra pada Juli 2026 demi hadapi iPhone Fold. Versi reguler berlayar lebih lebar, sementara varian Ultra berbodi tipis, baterai 5.000mAh.

Metropolitan 13 Jun 2026, 22:09 WIB

Reservasi Dibuka 16 Juni! Tiket Masuk Ancol Gratis 3 Hari Special HUT ke-499 DKI Jakarta

Reservasi tiket gratis mulai dibuka pada 16 Juni 2026 melalui situs resmi ancol.com.

News 13 Jun 2026, 22:02 WIB

Jawab Tuntutan Mahasiswa Soal Pemborosan Program MBG, Bakom RI: Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Kabakom) RI, Muhammad Qodari, menyatakan bahwa efisiensi keuangan negara telah menjadi prioritas utama Prabowo sejak awal menjabat.

News 13 Jun 2026, 21:08 WIB

Gejayan Memanggil! Giliran Massa di Jogja Gelar Aksi Susul Demo BEM UI di Jakarta

Setelah aksi mahasiswa memadati kawasan Thamrin, Jakarta pada Jumat kemarin, kini giliran massa yang mengatasnamakan Aliansi Rakyat Memanggil menggelar demo di pertigaan Gejayan, Sabtu, 13 Juni 2026.

Metropolitan 13 Jun 2026, 20:42 WIB

Komnas PA DKI Jakarta: Aksi Perundungan Bocah hingga Kesetrum di Senen Tindakan Kriminal

Ketua Komnas PA DKI Jakarta, Cornelia Agatha, menegaskan bahwa aksi kekerasan tersebut sudah masuk dalam kategori tindakan kriminal.