AYOJAKARTA.COM – Ahli digital forensik Rismon Sianipar tidak pernah berhenti memperjuangkan keadilan untuk Jessica Wongso.
Setelah menyebut dan memberikan berbagai bukti bahwa video CCTV telah di rekayasa oleh Muhammad Nuh Al-Azhar dan Christopher Hariman Rianto, Rismon Sianipar meminta Jaksa Ardito Muwardi beserta Jaksa yang terlibat untuk mengakui kesalahannya, karena telah menggunakan rekaman CCTV tersebut.
“Ayo akuilah bahwa kalian telah menggunakan video CCTV rekayasa Muhammad Nuh Al-Azhar,” kata Rismon Sianipar, dikutip dari YouTube Balige Academy, Selasa, 20 Februari 2024.
Secara gamblang Rismon Sianipar menyebut bahwa saat ini Ardito Muwardi telah memiliki jabatan baru sebagai Asisten Tindak Pidana Khusus di Kejaksaan Tinggi, Jawa Timur.
Sebelumnya, jabatan yang dipegang oleh Ardito Muwardi merupakan Ketua Jaksa Tim Penuntut Umum dalam kasus Jessica Wongso.
Baca Juga: Rismon Sianipar Desak Jaksa Kasus Jessica Wongso untuk Mengaku Pakai CCTV Rekayasa
Menurutnya, kasus Jessica Wongso yang terjadi pada tahun 2016 yang lalu telah memberikan kesempatan pada Jaksa yang terlibat untuk menempati jabatan yang lebih tinggi.
“Saya yakin sedikit banyak kemenangan kasus Jessica Wongso berdampak pada karir anda sekarang, sehingga karir anda sekarang naik,” tandanya.
Dengan tegas Rismon menyinggung bahwa prestasi yang didapatkan oleh Ardito Muwardi saat ini merupakan kemenangan yang curang.
“Anda sekarang menjabat tinggi tetapi prestasi anda itu didasarkan pada rekaman video CCTV yang direkayasa, itu namanya menang curang,” tegas Rismon Sianipar.
Oleh sebab itu, Rismon memperingatkan hal tersebut dan meminta Ardito Muwardi untuk ikut memperjuangkan keadilan bagi Jessica Wongso.
Diketahui, kasus kopi sianida yang telah menewaskan Wayan Mirna Salihin dan menyeret nama Jessica Wongso sebagai tersangka telah terjadi pada tahun 2016 silam.
Namun, kasus ini kembali mencuat setelah adanya film dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso yang tayang di Netflix.***

Share this article
Rismon Sianipar meminta Jaksa Ardito Muwardi beserta Jaksa yang terlibat untuk mengakui kesalahannya, karena telah menggunakan rekaman CCTV.