AYOJAKARTA.COM – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kebersihan dan kualitas infrastruktur jalan di wilayahnya.
Dalam kebijakan terbarunya, Dedi mengumumkan bahwa petugas kebersihan jalan provinsi yang menunjukkan kinerja baik akan menerima kenaikan gaji.
Sementara itu, petugas yang tidak bisa bekerja secara optimal akan diberhentikan.
Pernyataan tersebut disampaikan Dedi Mulyadi dalam kunjungannya ke Sukabumi, Kamis (10/4/2025) dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber.
Baca Juga: SK Terbaru Telah Terbit, Ada Komponen Baru di Bansos PKH, Nominalnya Capai Rp10,8 Juta per Tahun!
Ia menyampaikan bahwa kebersihan lingkungan menjadi salah satu prioritas utama sejak awal masa jabatannya.
Petugas yang tidak bekerja optimal akan diberhentikan, namun yang menjaga jalur kebersihan dan melakukan perawatan akan dinaikkan gajinya.
Sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas jalan provinsi, Dedi Mulyadi mengusulkan sistem kerja baru yang menempatkan satu petugas kebersihan untuk setiap satu kilometer jalan provinsi.
Petugas tersebut akan bertanggung jawab penuh atas kebersihan jalan dan saluran drainase.
Menurutnya, banyak kerusakan jalan disebabkan oleh genangan air akibat saluran yang tersumbat, bukan semata karena kualitas aspal.
Dedi Mulyadi pun menjelaskan bahwa setiap 1 kilometer jalan provinsi harisnya dijaga oleh 1 petugas dan mesin.
Ia juga meminta Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat untuk turut meningkatkan standar perawatan jalan demi menciptakan infrastruktur yang lebih tahan lama dan bebas dari kerusakan dini.
Kebijakan ini selaras dengan langkah efisiensi anggaran yang sedang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Baca Juga: Verrell dan Fuji Makin Lengket, Ramalan Jodoh Anak Indigo dari Malaysia Bikin Netizen Heboh! Kenapa?
Dalam rapat bersama DPRD Jabar pada Senin (3/3/2025), Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa hasil evaluasi Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menunjukkan potensi efisiensi sebesar Rp 5,4 triliun.
Dana efisiensi tersebut akan dialihkan dari anggaran kegiatan yang tidak produktif, seperti pesta, perjalanan ke luar negeri, studi banding, dan seminar, ke sektor yang lebih mendukung kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami tidak akan memangkas anggaran pelayanan publik. Hanya kegiatan yang tidak memberi manfaat langsung bagi masyarakat yang akan dipangkas,” jelas Dedi.
Kebijakan Dedi Mulyadi ini mempertegas arah kebijakan Pemprov Jawa Barat untuk lebih berorientasi pada pelayanan langsung kepada masyarakat serta pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan efisien.
Dengan memprioritaskan kebersihan lingkungan dan perawatan jalan, pemerintah daerah berharap tercipta lingkungan yang lebih nyaman, aman, dan layak huni bagi seluruh warga Jawa Barat.***

Share this article
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kebersihan dan kualitas infrastruktur jalan di wilayahnya.