AYOJAKARTA.COM - Seniman Butet Kartaredjasa, memberikan tanggapan usai laporan terhadap dirinya dicabut.
Butet Kartaredjasa mengucapkan terima kasih karena laporan terhadap dirinya terkait pembacaan pantun telah dicabut.
“Terima kasih Budie Arie Menkominfo yang telah memerintahkan kepada relawan di Jogja untuk mencabut laporan ke polisi atas pembacaan pantun saya,” ucap Butet Kartaredjasa, dikutip dari Kompas TV, Selasa (6/1/2024).
Kemudian, Butet Kartaredjasa juga meminta agar pencabutan laporan tidak hanya didapatkan oleh dirinya.
Melainkan juga orang lain seperti Juru Bicara TPN Ganjar-Mahfud, Aiman Witjaksono.
“Pencabutan itu tidak hanya untuk kasus saya saja tapi juga untuk kawan-kawan yang bergerak ingin menegakkan demokrasi dan konstitusi,” ucap Butet.
Baca Juga: Bahas Budaya, Ganjar Pranowo Sindir Pemerintah Takut Sama Pentasnya Butet Kartaredjasa
Butet juga mengatakan bahwa seluruh pihak yang berjuang demi menegakkan demokrasi harus terbebas dari segala bentuk ancaman.
Sebelumnya, Butet dilaporkan oleh Projo DIY ke Polda DIY terkait pantun yang ia lontarkan pada acara kampanye Ganjar, Minggu (28/1).
Pantun yang dibawakan Butet dinilai menghina Jokowi, karena menyamakan dengan binatang.
Atas tindakan tersebut, Butet diduga telah melanggar Pasal 315 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP.
Namun berdasarkan informasi terbaru, pelaporan tersebut dicabut oleh Ketum Projo Budi Arie Setiadi, yang dirinya mengaku atas perintah Jokowi.
"Bapak Presiden Jokowi meminta agar Projo atau relawan Jokowi untuk mencabut pelaporan Pak Butet ke polisi," ujar Budi Arie, Senin (5/2).
Budi menyampaikan bahwa Jokowi tidak menginginkan permasalahan ini menjadi gaduh di publik.
"Pak Presiden Jokowi yang jadi sasaran omongan Pak Butet saja, tidak mengadukan ke polisi kok. Lagipula ini delik aduan," ucap Budi.***

Share this article
Butet Kartaredjasa meminta agar pencabutan laporan tidak hanya untuk dirinya saja, ia berharap hal ini.