AYOJAKARTA.COM- Acara Desak Anies yang semula akan diadakan di Museum Monumen Pangeran Diponegoro Sasana Wiratama Yogyakarta dibatalkan mendekati pelaksanaan acara.
Padahal sebelumnya acara Desak Anies telah mendapatkan izin untuk bisa diadakan di tempat tersebut.
Anies Baswedan dan timnya harus mencari tempat pengganti dengan cepat untuk keberlangsungan acara Desak Anies di Yogyakarta.
Baca Juga: Kartika Putri Minta Maaf Usai Minta Capres Dites Ngaji: Buat Para Buzzer Jangan Nyerang Dulu
Berikut informasi selengkapnya dikutip AyoJakarta.com dari YouTube KOMPAS TV pada Rabu (24/1/2024).
“Bahwa izin yang sudah diberikan dibatalkan, sehingga panitia harus mencari tempat baru,” ujar Anies Baswedan.
Saat diwawancarai mengenai tanggapannya atas penolakan acaranya tersebut, Anies Baswedan mengatakan ini bukan pertama kali dan ia sudah mengalaminya berkali-kali.
“Ini (pembatalan acara Desak Anies secara sepihak) bukan pertama kali. Ini terjadi berkali-kali,” jelasnya.
Anies Baswedan mengatakan seharusnya saat sudah diizinkan itu berarti semua ketentuan sudah terpenuhi dan tidak ada masalah.
“Tapi kalau sudah ada izin kan berarti seluruh ketentuan juga sudah terpenuhi. Mereka tidak melihat ada masalah. Seluruh persyaratan terpenuhi ya diberi izin,” lanjutnya.
Tetapi tiba-tiba ada instruksi yang menyuruh untuk membatalkan acara Desak Anies dari jabatan tinggi.
Baca Juga: Tanggapi Isu Pemakzulan Jokowi, Surya Paloh: Bukan Saatnya, Tanggung Sekali
“Sesudah itu kemudian ada yang level strategis, baru kasih instruksi. Kira-kira begitu logicnya,” jelas Anies Baswedan.
Anies Baswedan mengatakan hal ini adalah sebuah masalah karena menandakan demokrasi tidak maju.
“Nah justru ini yang jadi masalah. Kapan kita (Indonesia) mau maju demokrasinya?” tutup Anies Baswedan.***

Share this article
Anies Baswedan buka suara terkait dibatalkannya acara Desak Anies yang semula akan digelar di Museum Pangeran Diponegoro, Yogyakarta.