AYOJAKARTA.COM -- Pasangan capres-cawapres nomor urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin selalu menggembar-gemborkan visi-misi perubahan.
Cak Imin mengkritik proyek IKN dan lebih memilih untuk membangun 40 kota baru selevel dengan Jakarta daripada melanjutkan proyek Ibu Kota Nusantara.
Sebelumnya saat debat cawapres perdana di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta pada Jumat (22/12/2023), cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka sempat menyentil Cak Imin soal IKN.
Menurutnya cawapres usungan Koalisi Perubahan sebelumnya setuju dan mendukung pembangunan IKN.
Putra sulung Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa Cak Imin ikut hadir dalam mendukung peletakan batu pertama dan ikut serta dalam acara potong tumpeng pada saat itu.
“Saya ingat sekali Gus Muhaimin sempat ikut meresmikan dan potong tumpeng di IKN, ini gimana enggak konsisten,” ujar Gibran dikutip Ayojakarta.com dari YouTube KPU pada Rabu (27/12/2023).
Bukan hanya Gibran saja, Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Barat Ridwan Kamil juga menanggapi pernyataan dari Cak Imin.
Yang mengatakan awalnya setuju dengan mega proyek ambisius dari Presiden Jokowi tetapi saat ini tidak sejalan lagi dengan pemerintah dan memandang megaproyek IKN sepi peminat.
Ridwan Kamil yang juga merupakan kurator pembangunan IKN justru mengungkapkan fakta sebaliknya dari apa yang disampaikan oleh Cak Imin.
Melalui postingan di Instagram pribadinya @ridwankamil, mantan Gubernur Jawa Barat ini menyebut bahwa sudah ada nilai investasi dari swasta sebesar lebih dari Rp40 triliun.
"IKN sedang membangun lebih dari 30 proyek swasta dengan total nilai investasi swasta sebesar lebih 40-1n Trilyun rupiah,” tulisnya dalam keterangan di Instagram dikutip Ayojakarta.com pada Rabu (27/12/2023).
Menurut pria yang sering disebut dengan Kang Emil ini. sudah ada setidaknya tiga rumah sakit (RS) swasta yang sudah mulai dibangung.
Bukan hanya itu ada juga hotel bintang 5 dan 3, apartemen, perkantoran, superblok, mall Pakuwon dan lainnya yang sudah groundbreaking.
“Jadi tidak benar jika tidak ada investor satupun yang membangun di IKN sekarang. Semoga kita selalu bijak jika menyangkut dengan data,” lanjutnya.
Ridwan Kamil mengatakan bahwa rencana IKN sudah terjadi sejak zaman kolonial tapi baru bisa direalisasikan saat ini.
Baca Juga: SNBP 2024 Bukan Satu-satunya! Berikut Daftar PTN yang Buka Pendaftaran Jalur Rapor Tanpa Tes
Dia pun membeberkan proses rencana pembentukan IKN dari mulai masa pemerintahan kolonial Belanda, masa pemerintahan Presiden Soekarno, Presiden Soeharto, hingga Presiden Joko Widodo, berikut daftarnya.
1. IKN pemerintah kolonial Belanda: Kota Bandung (ga jadi karena Jepang datang).
2. IKN Orde Lama: Palangkaraya Kalteng (tidak jadi).
3. IKN Orde Baru: Jonggol Bogor (tidak jadi kebutu reformasi)
4. IKN Nusantara: Kab Penajam Paser Utara Kaltim (berproses dan tahap pembangunan).***

Share this article
Cak Imin mengkritik proyek IKN dan lebih memilih untuk membangun 40 kota baru selevel dengan Jakarta daripada melanjutkan proyek.