AYOJAKARTA.COM - Capres nomor urut dua Prabowo Subianto masih menjadi sorotan usai pernyataannya di Rakornas Partai Gerindra tersebar.
Berbicara lantang di hadapan ratusan kader Partai Gerindra, Prabowo Subianto diketahui menyinggung kata 'etik' yang sempat menjadi pertanyaan Anies Baswedan.
Tanggapan Prabowo Subianto mengenai etik yang dinilai banyak kalangan sebagai bentuk sarkastik, membuahkan polemik di kalangan publik.
Atas viral nya pernyataan 'Ndasmu etik', kubu pendukung Prabowo berharap agar publik berhenti menjadikannya sebagai konsumsi politik.
Meski di kalangan internal Gerindra menampik dan menyebut pernyataan terkait etik tidak lain adalah guyonan, namun tidak membuat kubu Prabowo terbebas dari hujan kritik.
Terkait pernyataan Prabowo yang menyinggung soal etik, warganet justru beranggapan lain dan menilainya sebagai hal negatif.
Berkenaan dengan adanya tanggapan negatif dari warganet dan sanggahan dari kubu Prabowo, Pengamat Komunikasi Politik Hendri Satrio memberi pernyataan.
Menurut Hensat, sanggahan yang diungkapkan sejumlah petinggi Partai Gerindra menunjukkan adanya kesadaran kesalahan.
“Yang pertama Gerindra tahu bahwa pernyataan Prabowo ini salah dan tidak seharusnya keluar ke masyarakat, dan memang harus ada pembelaan dari Gerindra,” jelasnya.
Menyoroti berbagai fenomena yang terjadi dalam ajang debat perdana capres, Hensat menilai orisinalitas Prabowo terkesan mengalami batasan.
Keterbatasan tersebut, Hensat menambahkan karena adanya upaya untuk berusaha menyelaraskan diri dengan visi Pemerintahan Jokowi.
“Pada debat perdana, dia itu seperti ada ketakutan salah bicara, sehingga menyinggung Pak Jokowi, dan kesulitan menyampaikan program ciri khas dia,” terang Hensat.
Adanya sejumlah tekanan psikis yang dialami Prabowo dalam perdebatan, ditunjukkan dengan cara mencibir bagian bibir, menjulurkan lidah dan berjoget.
Endapan emosional yang terperangkap, menurut Hensat gagal dibendung oleh Prabowo sehingga meluap ketika acara Rakornas Partai Gerindra berlangsung.
Sehingga citra sebagai pribadi penahan emosi dan citra gemoy yang selama ini melekat di diri Prabowo, perlu sejenak ditanggalkan.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Awan dan Langit atau Gitar? Gambar Pertama Ungkap Kehidupan Kamu Saat ini
“Di acara internal dia tunjukkan aslinya kalau dia begitu, kalau kesal ya akhirnya dia tumpahkan juga,” ungkap Hensat.
Lebih lanjut, Hensat menilai bentuk-bentuk ketegasan yang karismatik merupakan bagian dari pola kepemimpinan yang secara alamiah dimiliki Prabowo.
Pengalaman Prabowo Subianto sebagai prajurit kombatan atau pasukan tempur, menurut Hensat menjadi pembentuk dominan dalam aspek kepemimpinannya.
“Padahal kepemimpinan yang dibutuhkan di Indonesia saat ini adalah leadership transformasional yang walk the talk atau mengaktualisasikan perkataan,” ungkapnya. ***

Share this article
Atas viral nya pernyataan 'Ndasmu etik', kubu pendukung Prabowo berharap agar publik berhenti menjadikannya sebagai konsumsi politik.