AYOJAKARTA.COM -- Buntut pernyataan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi soal kiriman kepala babi di redaksi Tempo, membuat publik bereaksi.
Dalam menyikapi munculnya upaya intimidasi terhadap jurnalis, Hasan Nasbi dinilai tidak sepatutnya bersikap meremehkan.
Di samping terlihat nirempati, sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan yang juga merupakan simbol pemerintahan, Hasan Nasbi sepatutnya menunjukkan sikap simpati.
Baca Juga: Jurnalis TVRI dan RRI Dirumahkan Dampak Efisiensi Anggaran Pemerintah, DPR RI Berang!
Kurangpasnya pernyataan yang disampaikan Hasan Nasbi disikapi Pengamat Politik Adi Prayitno sebagai bentuk buruknya komunikasi politik di lingkaran istana.
Untuk itu melalui kanal Youtube-nya, Adi mengimbau agar para pejabat di lingkaran istana bisa lebih bersikap representatif terhadap seluruh elemen bangsa.
Kiriman paket misterius berisi kepala Babi yang dilanjutkan dengan tikus tanpa kepala kepada Jurnalis, menurut Adi bisa saja berkaitan dengan persoalan politik.
Pasalnya menyangkut persoalan keselamatan, setiap potensi ancaman yang bisa menghilangkan nyawa menurut Adi perlu disikapi secara bijaksana.
Baca Juga: Speedboat Basarnas Meledak di Maluku Utara, 3 Orang Tewas dan 1 Jurnalis Metro TV Dinyatakan Hilang
“Betul memang Cicha setelah unboxing terkesan bercanda, itu bisa saja balasan kepada Pengirim teror bahwa dirinya tidak takut dengan ancaman,” ungkap Adi.
Sikap perlawanan yang dilakukan jurnalis politik Tempo, menurut Adi tidak sepantasnya dianggap sebagai sebuah lelucon oleh lingkaran istana.
Pernyataan Hasan Nasbi selaku Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan untuk memasak kiriman kepala Babi, menurut Adi sudah merebak menjadi akar persoalan.
Perundungan yang dilakukan warganet terhadap Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, menurut Adi merupakan implikasi atas pernyataannya.
“Ini jelas meremehkan kebebasan bagi jurnalis, di masa yang akan datang ini tentu akan semakin sering terjadi,” imbuh Adi.
Kiriman paket berisi kepada babi yang disusul dengan tikus tanpa kepala, menurut Adi jelas menyiratkan sebuah ancaman agar jurnalis berhenti bersikap kritis.
Untuk itu, Adi mendesak agar setiap bentuk kebebasan dalam menyampaikan pendapat tetap harus diperjuangkan oleh seluruh kalangan.
Sehubungan dengan kian meluasnya antusiasme publik, Hasan Nasbi selaku Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan memberi tanggapan.
Menurut Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Presiden Prabowo Subianto akan terus memberikan kebebasan bagi siapapun untuk menyampaikan pendapat.
Sikap yang ditunjukkan Chica selaku jurnalis dalam memberikan respons terhadap pelaku pengiriman paket dengan kelakar, menurut Hasan sudah benar.
Baca Juga: DPR Tunda Rapat Paripurna RUU Pilkada, Jurnalis Senior Ingatkan Masyarakat Jangan Lengah!
“Respons yang benar itu adalah yang dilakukan Fransisca, dengan mengecilkan si Peneror,” ungkap Hasan.
Menyikapi aksi pengiriman paket misterius yang terjadi di kantor redaksi Tempo, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berjanji akan melakukan pengusutan.
Untuk memastikan keamanan, melalui Kabareskrim Kapolri memastikan langkah-langkah penyelidikan akan secepatnya dilakukan.***

Share this article
Dalam menyikapi munculnya upaya intimidasi terhadap jurnalis, Hasan Nasbi dinilai tidak sepatutnya bersikap meremehkan.