AYOJAKARTA.COM -- Hujan deras yang mengguyur wilayah Simalungun, Sumatera Utara, menyebabkan banjir bandang menerjang kawasan Kota Wisata Parapat, Danau Toba.
Akibat curah hujan yang tinggi, puluhan rumah warga terdampak, sementara arus lalu lintas terganggu akibat longsor yang menutupi akses jalan penting.
Menurut keterangan dari pihak berwenang, hujan deras sejak pagi tadi telah membuat Sungai Batu Gaga meluap.
Selain itu, air sungai dari kawasan perbukitan di sekitar Danau Toba pun meluap, membawa material lumpur yang menyebar ke beberapa pemukiman.
Fenomena ini mengakibatkan banjir di beberapa titik, sehingga warga harus mengungsi dan akses jalan penghubung antar kabupaten serta kota terpaksa dialihkan.
Di lokasi, petugas dari Dinas Penanggulangan Bencana dan instansi terkait telah dikerahkan untuk melakukan evakuasi dan membersihkan jalan-jalan yang tertutup lumpur.
“Kami sedang berupaya memulihkan akses utama, terutama jalur penghubung antara Pematang Siantar, Kabupaten Toba Taput, dan Sibolga. Sementara itu, kendaraan dialihkan untuk menghindari area yang masih rawan longsor,” ujar petugas yang ditemui di Simpang Palang dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV pada Senin (17/3).
Baca Juga: Bikin Banjir! Dedi Mulyadi Tutup Tempat Wisata yang Merusak Alam di Bogor
Kondisi di Simpang Palang menunjukkan tanda-tanda kepadatan lalu lintas yang tinggi.
Petugas lalu lintas dan relawan tengah mengatur arus kendaraan, agar evakuasi warga dan pengiriman bantuan berjalan lancar.
Masyarakat diimbau untuk mengikuti petunjuk dan informasi resmi dari pihak berwenang guna menghindari potensi kecelakaan atau tersandung di jalanan yang masih bermasalah.
Sementara itu, warga sekitar Parapat menyampaikan kekhawatiran mereka.
Beberapa rumah dilaporkan terendam banjir, dan fasilitas umum seperti sekolah serta pasar mengalami gangguan operasional.
Pihak Dinas Sosial setempat bersama tim relawan telah menyiagakan bantuan untuk warga terdampak, serta menyalurkan logistik guna memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Tak hanya itu, situasi banjir bandang ini diduga akan mempengaruhi sektor pariwisata di kawasan Danau Toba.
Baca Juga: Presiden Prabowo Tinjau Dampak Banjir di Kampung Tambun Bekasi, Dorong Perbaikan Fasilitas Publik
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sumatera Utara mengungkapkan bahwa, menjelang Lebaran 2025, potensi lonjakan jumlah wisatawan yang biasanya mengunjungi Danau Toba bisa terdampak.
“Kami telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan informasi terkini mengenai kondisi cuaca dan jalan, serta untuk memberikan panduan kepada para wisatawan agar dapat mengatur perjalanan dengan aman,” ujar pejabat Dinas Pariwisata.
BMKG terus melakukan pemantauan intensif di wilayah Sumatera Utara dan telah mengeluarkan peringatan dini apabila intensitas hujan semakin tinggi.
Baca Juga: Banjir Bandang Terjang Puluhan Rumah di Tiga Kecamatan Cianjur, Jawa Barat
Informasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat dan para wisatawan dalam mengambil langkah pencegahan serta merencanakan perjalanan mereka dengan lebih cermat.
Hingga saat ini, upaya penanganan banjir dan longsor di Parapat masih terus berlangsung, dengan berbagai pihak terkait bekerja sama untuk segera mengembalikan kondisi normal di kawasan tersebut.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas lapangan guna memastikan keselamatan bersama.***
Share this article
Hujan deras yang mengguyur wilayah Simalungun, Sumatera Utara, menyebabkan banjir bandang menerjang kawasan Kota Wisata Parapat, Danau Toba.