AYOJAKARTA.COM – Update peristiwa viral tentang kasus penganiayaan sadis hingga korban meninggal oleh anak pejabat DPR fraksi PKB.
Belum lama ini, keluarga korban penganiayaan sadis tersebut menyampaikan sebuah klarifikasi mengenai pemberitaan yang viral tentang adanya tawaran perdamaian dengan uang atau uang damai agar kasus segera selesai.
Dikutip AyoJakarta.com dari Instagram @lambe_turah, keluarga korban mengakui mendapat tawaran damai dengan uang atau uang damai dari pihak Ronald Tannur agar jangan diketahui oleh kuasa hukum.
Tetapi keluarga korban tentu saja menolak dan memberitahu kepada kuasa hukumnya.
Kuasa hukum keluarga korban beserta keluarga korban menyampaikan video klarifikasi terkait pemberitaan tentang uang damai.
Terkait uang damai atau santunan, kuasa hukum dan keluarga korban menolak segala bentuk pemberian apapun.
Apakah itu santunan atau uang tali asih yang sifatnya mengganggu atau mencegah jalannya proses hukum yang berjalan.
Kemudian kuasa hukum keluarga korban juga menyampaikan bahwa apabila memang ingin memberi santunan atau biaya tali asih berilah tanpa adanya embel-embel perdamaian pencabutan perkara dan lain sebagainya.
“Dalam video ini saya sampaikan bahwa keluarga menolak segala bentuk pemberian apapun. Apakah itu santunan. Apakah itu uang tali asih yang sifatnya adalah untuk mengintervensi jalannya proses hukum yang berjalan. Artinya jika ingin memberikan santunan memberikan tali asih maka berilah tali asih itu tanpa adanya embel-embel perdamaian pencabutan perkara dan lain sebagainya.” Ujar kuasa hukum keluarga korban yang dikutip AyoJakarta.com dari Instagram @lambe_turah.
Baca Juga: Prabowo Subianto Sebut Ada 4 Kandidat Cawapres yang akan Segera Diputuskan, Siapa Saja?
Menurut kuasa hukum keluarga korban, seharusnya sebagai seorang yang bermoral, pejabat publik, keluarga yang bermartabat, dan memiliki banyak cukup materi seharusnya memiliki nilai-nilai kemanusiaan yang beradab.
Maksudnya adalah tidak melakukan tindakan di luar proses hukum seperti menyuruh orang untuk memberikan uang damai dan jangan sampai pihak kuasa hukum tahu.
Karena hal itu sangat mencederai proses hukum yang sedang berjalan.
Kemudian apabila terbukti, oknum-oknum tersebut akan ditindak lebih lanjut.
“Karena sebagai seorang yang bermoral, seorang pejabat publik, seorang keluarga yang bermartabat dan memiliki banyak cukup materi seharusnya memiliki nilai-nilai kemanusiaan yang beradab. Tidak melakukan tindakan di luar proses hukum. Menyuruh orang untuk datang ke sini (rumah keluarga korban), meminta rekening keluarga korban dengan alasan jangan sampai pihak kuasa hukum itu tahu. Itu sangat mencederai proses hukum yang sedang berjalan. Dan kami tim kuasa hukum akan melakukan langkah lebih lanjut terhadap oknum-oknum tersebut dan bila memang terbukti pejabat tersebut melakukan tindakan itu maka kami akan melakukan proses hukum lebih lanjut.” pungkasnya.
Keluarga korban juga menyampaikan bahwa didatangi oleh orang suruhan dari pihak Ronald Tannur dari partai PKS, yang merupakan satu koalisi atau satu komisi dengan Edward Tannur dari partai PKB.
Orang tersebut mendatangi keluarga korban pada tanggal 10 Oktober 2023 dan menawarkan uang damai yang jangan diketahui oleh kuasa hukum.
Keluarga korban menolak karena ingin pelaku dihukum seadilnya.
Demikian berita update peristiwa viral tentang keluarga korban menolak saat dapat tawaran uang damai dari seseorang di partai PKS kenalan ayah Ronald Tannur (kenalan Edward Tannur di DPR). ***

Share this article
Keluarga korban penganiayaan hingga tewas dilindas mobil dari anak DPR Edward Tannur, Dini Sera mendapat uang damai namun...