AYOJAKARTA.COM - Capres Koalisi Perubahan Anies Baswedan menyebut bangsa Indonesia merupakan negara yang luar biasa.
Beragam budaya serta adat yang justru mempererat persatuan, menurut Anies Baswedan merupakan hal yang jarang dimiliki oleh negara lain.
“Kita ini memiliki keunikan karena ada keragaman yang luar biasa, tapi juga ada persatuan yang luar biasa,” ujar Anies Baswedan.
Baca Juga: Anies Baswedan dan AHY Menonton Pertunjukan Wayang Kulit, Isyarat Apa untuk Pemilu 2024?
Pernyataan tersebut disampaikan Anies Baswedan ketika menghadiri acara bersama para tokoh Tionghoa dari Yayasan Dana Sosial Priangan atau YDSP.
Dalam acara yang dihadiri para tokoh Tionghoa se Jawa Barat tersebut, Anies mengibaratkan Indonesia sebagai sebuah persenyawaan.
Berbeda dengan percampuran yang tidak menghasilkan unsur baru, persenyawaan merupakan hal membuahkan kebaruan.
Baca Juga: Tim 8 Sebut Anies Baswedan Siap Berpasangan dengan Siapa pun
“Persenyawaan itu dicampur tetapi membentuk unsur baru, kalau percampuran itu tidak menghasilkan unsur baru,” jelas Anies.
Sejalan dengan makna persenyawaan, Anies mengibaratkan percampuran antara oksigen dengan hidrogen yang menjadi materi pembentuk unsur air.
“Apakah air itu oksigen? bukan, apakah air itu hidrogen? bukan, apakah di dalam air ada oksigen? ya, itulah Indonesia kita,” imbuh Anies.
Baca Juga: Anies Baswedan Hadiri Acara Pembukaan Jambore Restorasi NasDem di Jawa Tengah, Ini Isi Orasinya
Sebagaimana layaknya air, keragaman yang dimiliki oleh bangsa sehingga menjadi Indonesia merupakan hal luar biasa.
Karenanya, Anies menilai penting untuk terus menjaga nilai budaya masing-masing suku untuk memperkuat unsur keIndonesiaan.
“Yang Sunda tetap Sunda, yang Jawa tetap Jawa, yang Batak tetap Batak, yang Tionghoa tetap Tionghoa, tetapi juga menjadi Indonesia,” jelasnya.
Baca Juga: Koalisi Perubahan Sepakat akan Segera Umumkan Cawapres Anies Baswedan, Kapan?
Salah satu hal unik lainnya mengenai Indonesia yang tidak dimiliki negara lain, menurut Anies adalah identitas kebangsaan masing-masing suku.
Hal tersebut berbeda dengan negara lain yang kehilangan identitas aslinya karena mengalami percampuran.
Bentuk keunikan paling mudah yang bisa dilihat dan dirasakan dalam kehidupan sehari-hari adalah penggunaan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Persatuan.
Baca Juga: Hadiri Pertunjukkan Wayang Kulit di Kantor DPP PKS, Anies Baswedan Beri Perhatian Khusus pada Dalang
“Ini tahun 1928, Indonesia merdeka masih jauh sekali, dan bahasa itulah yang mempersatukan kita hari ini,” ungkap Anies.
Dengan adanya bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, maka setiap dialog dan percakapan tidak memerlukan penerjemah.
Pada kesempatan tersebut, Anies juga menyinggung pentingnya penggunaan bahasa Indonesia sebagai identitas dan perekat rakyat.
Terkait dengan pentingnya bahasa Indonesia sebagai perekat suku bangsa, Anies mengajak peran Pasar Senen di tahun 1930-an.
“Sejarahnya Jakarta tahun 1930-an, Pasar Senen itu pusat kursus Bahasa Indonesia, karena untuk menjadi orang Indonesia cirinya adalah bisa berbahasa Indonesia,” terang Anies.
Demikian seperti dikutip AyoJakarta.com pada Selasa, 29 Agustus 2023 dari kanal Youtube Dapur Ngeh.***

Share this article
Di acara yang dihadiri tokoh Tionghoa se Jawa Barat itu, Anies Baswedan mengibaratkan Indonesia sebagai sebuah persenyawaan.