AYOJAKARTA.COM - Maraknya kasus penipuan saat ini dengan berbagai cara, membuat kita harus terus berhati-hati dan waspada terlebih di era teknologi.
Bukan hanya film semata, ternyata penipuan Tinder Swindler pernah terjadi di Indonesia.
Kerugiannya pun tak main-main pernah mencapai Rp185 Miliar, seperti dikutip ayojakarta.com dari suara.com pada Jumat 25 Agustus 2023.
Baca Juga: 9 Link Penting untuk Cek Formasi CPNS 2023, Catat Ya!
Tinder Swindler sendiri merupakan penipuan yang dilakukan di aplikasi dating semacam tinder dengan memakai identitas palsu.
Biasanya para penipu Tinder Swindler akan mencoba memberikan perhatian dan rasa cinta kepada para korbannya hingga akhirnya menawarkan kerjasama dalam investasi yang bersifat penipuan.
Lantas benarkah kasus Tinder Swindler ini pun sempat terjadi di Indonesia?
Jawabannya benar, bahwa kasus Tinder Swindler ini pernah terjadi di Indonesia kala itu pelaku mengaku bernama David berusia 35 tahun berasal dari Australia dan berhasil menipu wanita di Indonesia.
Identitas David diceritakan sebagai pengusaha di bidang properti dan pertambangan.
Baca Juga: Cara Mudah Cek BI Checking, Jangan sampai Dapat Skor Ini Auto Kena Blacklist
David pun berhasil menipu para korbannya, seperti yang disampaikan dari pihak kepolisian bahwa penipuan melalui aplikasi date ini sempat sangat tinggi terjadi ketika Covid-19.
Pada tahun 2020 pihak kepolisian mencatat adanya laporan penipuan Tinder Swindler sebanyak 2.754 dengan kerugian Rp185 M.
Ditahun semester pertama 2023 sendiri setidaknya terjadi 1.411 kasus dengan kerugian mencapat Rp93 M.
Tentu, jumlah ini akan terus bertambah jika masyarakat tidak hati-hati dengan tidakan penipuan di aplikasi date.
Baca Juga: Kamu Suka Warna Pink? Cek 8 Fakta Unik Kepribadianmu di Sini!
Perlu diingat bahwa dunia media sosial, adalah dunia yang tak dikenal, identitas seseorang dapat diambil, diakui dengan mudah.
Selalu berhati-hati dan tak mudah percaya terlebih kepada orang yang dikenal hanya dari sosial media.***

Share this article
Kasus penipuan Tinder Swindler di Indonesia, sudah pernah dengar? Kerugian mencapai miliaran di awal 2023