AYOJAKARTA.COM - Polemik renovasi Jakarta International Stadium (JIS) saat ini sedang ramai dibicarakan.
Banyak pengamat politik yang mengutarakan pendapatnya terkait renovasi yang rencananya akan digunakan untuk laga bergengsi Piala Dunia U-17 lebih menjurus ke politisasi.
Seperti halnya yang disampaikan oleh Juru bicara Anies Baswedan, Surya Tjandra yang menilai inspeksi yang dilakukan pemerintah ke stadion JIS terlalu berlebihan, terutama soal rumput JIS yang mesti diganti.
“Bahkan tiba-tiba ada yang jadi ahli rumput hanya untuk menunjukkan kekurangan JIS. Jelas ini hanya ditujukan untuk politisasi capres Anies Baswedan,” ucap Surya dikutip dari metro.suara.com.
Bahkan Surya memberikan sorotannya terkait pihak kontraktor yang melakukan evaluasi rumput di JIS yang seharusnya dilakukan oleh Federasi FIFA.
Menurutnya jika yang melakukan evaluasi tersebut adalah pihak kontraktor maka akan menjurus ke bisnis.
"Yang jelas punya kepentingan bisnis. Jadi apa hasil evaluasinya bisa dipercaya? Secara metode kok bisa rumput yang di-sampling, justru yang di luar garis batas pertandingan?” Ucap Surya.
Baca Juga: Hakim Meradang Dengar Pengakuan Mario Dandy Soal Kebohongannya Dalam BAP, Apa Isinya?
"Lebih parah lagi, baru sekali berkunjung tiba-tiba sudah keluar nilai proyek Rp 6 milyar. Ini mau perbaiki JIS atau mau cari proyek rumput?” tanyanya lagi.
Surya menambahkan bahwa selain tidak mengikutsertakan pihak PT. JakPro, sebelum dibangun JIS sepenuhnya menggunakan tenaga kerja anak bangsa dengan dibantu konsultan Buro Happold yang juga membangun Tottenham Hotspurs Stadium, di Inggris.
Oleh karena itu pastinya desain JIS telah mengikuti standar dan FIFA Stadium Guideline yang juga digunakan di Tottenham Hotspurs Stadium.
Hal lain yang disampaikannya adalah terkait lahan parkir yang dibahas, padahal FIFA stadium guideline tidak menyebut batas minimal parkir yang harus disediakan.
Baca Juga: 5 Tanda Kamu Pribadi yang Kuat dan Tegas, Pantes Disegani Tak Mudah Disetir Orang Lain
“JIS sendiri saat ini memiliki 1.200 parkir yang diprioritaskan untuk tim, penonton dengan disabilitas, VVIP dan undangan khusus. JIS juga didukung kantong parkir yang berada di area sekitar, seperti RS Sulianto Saroso, Kemayoran dan Ancol,” ucap Surya.
Di akhir pernyataanya, Surya mengatakan jika pemerintah seharusnya berhenti melakukan politisasi terhadap JIS karena akan merusak demokrasi.
"Jangan sampai hanya karena syahwat kekuasaan yang berlebihan, kita merusak demokrasi dan terutama mendiskreditkan karya anak bangsa sendiri," pungkas Surya.***

Share this article
Ramai soal polemik renovasi JIS, Surya Tjandra juru bicara Anies Baswedan ikut buka suara, dan pertanyakan hal ini