AYOJAKARTA.COM - Menteri Pertahanan RI yang juga merupakan kandidat capres 2024 dari Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR), Prabowo Subianto membuat heboh masyarakat Eropa.
Pasalnya dalam penyelenggaraan International Institute for Straregic Studied atau IISS Shangri-La Dialoge di Singapura, Prabowo Subianto memberi usulan fenomenal.
Dalam forum ilmiah yang diikuti oleh para menteri pertahanan dari berbagai negara itu, Prabowo Subianto menggagas ide resolusi konflik Rusia dan Ukraina.
Baca Juga: Dongkrak Market Share KPR Non Subsidi BTN Resmikan Sales Center KPR
Ide yang disampaikan Prabowo kemudian mendapat banyak tanggapan dan berujung dengan perdebatan antara sesama peserta.
Salah satu perdebatan yang mendapat banyak sorotan adalah saat Johann Wadephul memberi tanggapan atas proposal Prabowo.
Menurut Johann, ide yang ditawarkan Prabowo terkait dengan resolusi perdamaian merupakan gagasan kurang tepat.
Karena, Johann menambahkan ide tersebut hanya akan memperkuat pembekuan konflik baru di kawasan Eropa.
Menanggapi tanggapan tersebut, Prabowo justru memberi argumentasi berdasarkan pengalaman historis di kawasan Asia Tenggara.
Dimana menurut Prabowo Asia merupakan daerah yang memiliki pengalaman pahit akibat adanya konflik bersenjata.
“Kami di Asia punya pengalaman dalam konflik peperangan, bahkan lebih parah dan mengerikan dari apa yang terjadi di Ukraina,” jelas Prabowo ketika itu.
Lebih lanjut, dalam penjelasannya Prabowo juga mengajak agar para peserta dari Eropa berpikir dengan visi yang lebih jauh.
Baca Juga: Waspada! Virus Rabies pada Hewan Jadi Salah Satu Penyebab Kematian Hanya Dalam Waktu Singkat Ini
“Tolonglah rekan-rekan di Eropa, jangan hanya memikirkan untuk 5 atau 10 tahun saja, tetapi pikirkan dalam 50 tahun,” imbuh Prabowo.
Meski mendapat sejumlah tanggapan dan hujan komentar, Prabowo selaku menteri pertahanan hal tersebut penting bagi Indonesia.
Sehubungan dengan alasan yang melatar-belakangi pernyataan dan tawaran tersebut, belum lama ini Prabowo memberi jawaban.
Menurutnya tawaran resolusi konflik perang Rusia dan Ukraina yang dilakukan dalam forum IISS Shangri-La Dialogue merupakan cara mengangkat nama Indonesia di mata dunia.
“Forum itu bagus, saya usulkan forum ini ada terobosan, kita buatlah suatu usul perdamaian, diterima monggo tidak juga bukan masalah,” jelas Prabowo.
Baca Juga: Kuota Haji Tambahan Transit Semalam di Madinah, Biaya Operasional Membengkak
Lebih lanjut Prabowo menyebut bahwa langkah-langkah yang diusulkan bukan merupakan sesuatu yang bersifat prinsipil.
Adapun latar belakang yang membuat Menhan kemudian memberi usul perdamaian dalam forum tidak lain agar Indonesia tidak dianggap remeh.
“Kalau mereka sampai beranggapan beraninya Indonesia, karena selalu memandang Indonesia rendah,” imbuhnya.
Baca Juga: Link Nonton King the Land Episode 1-2 Sub Indonesia, Bukan Rebahan atau Nodrakor!
Terkait dengan usaha menciptakan perdamaian, Prabowo juga mengingatkan bahwa langkah senada juga sudah dilakukan Presiden Joko Widodo.
“Saya sebagai Menteri Beliau, saya tindak lanjuti dan itu usaha saya,” pungkas Prabowo seperti dikutip Ayojakarta pada Minggu, 18 Juni 2023 dari kanal Youtube Kompas TV. ***

Share this article
diikuti oleh para menteri pertahanan dari berbagai negara Prabowo Subianto menggagas ide resolusi konflik Rusia- Ukrraina