AYOJAKARTA.COM - Ramai di Twitter, nama Mahfud MD dikaitkan dengan ex Walikota Singkawang soal mafia tanah.
Dalam unggahanyya Mahfud mengatakan bahwa pemberitaan yang menyebut namanya itu tidak benar.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polhukam) tersebut geram pada artikel yang dibuat oleh salah satu portal media online beberapa waktu lalu.
Mahfud bahkan mengaku tidak pernah berhubungan maupun berbicara dengan ex Walikota Singkawang tersebut.
“Berita dari http://dio-tv.com ini bohong alias hoax. Sy tak tahu dan tak prnh bcr apa pun ttg penyerobotan tanah oleh ex walikota Singkawang Tjhai Chui Mei,” tulis Mahfud dalam twitternya @mohmahfudmd.
Karena pemberitaan tersebut tidak benar, maka jelas melanggar norma pers karena tidak menyebutkan secara spesifik soal keterlibatan Mahfud dalam kasus mafia tanah.
“Media ini melanggar norma krn tak menyebut, kapan dan dimana sy bcr kss "penyerobotan" tsb,” tambah Mahfud.
Baca Juga: HEBOH! Mahfud MD Sentil Media Online Ini karena Sebarkan Hoax, Soal Apa?
Artikel yang menyeret nama Mahfud tersebut diketahui diunggah pada Senin, (8/5/2023) dengan judul “Mengapa Mahfud MD Geram Mafia Tanah? Bagaimana dengan Mantan Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie?.”
Meskipun judulnya menyebut nama Mahfud namun isinya tidak menjelaskan keterlibatnya langsung Mahfud dalam kasus mafia tanah yang diduga oleh ex Walikota Singkawang, Tjhai Chui Mie.
Geram dengan pemberitaan hoax tersebut Mahfud didesak oleh netizen untuk melaporkan media online yang menyeret namanya.
Netizen meminta Mahfud tegas melaporkan hal ini kepada pihak yang berwajib untuk memberikan efek jera agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
Beberapa netizen juga mengatakan saat ini banyak media online yang membuat berita asal-asalan, antara judul dan isi tidak singkron hingga akhirnya menjurus ke berita hoax.
“Dituntut dgn denda uang, jangan permintaan maaf. Kalo media minta maaf gampang, tinggal muat saja tapi kalo denda uang media akan mulai berpikir untuk membuat berita hoax dan menyajikan berita yg benar,”@pall******Go.
“Di tindak saja pak, sekali2 harus di tindak biar ada efek jera,” @mj****ut.
“tindak Aja Pak,Media Abal Abal banyak memuat berita kadang malah gak sinkron Isi dan Judul,Ujung ujungnya Hoax..Jika ada Tindakan, setidaknya Efek Jera Kpd media lain ada Pak,”@andr*****7.***

Share this article
Curhatan Mahfud MD soal media online yang disebut menyebarkan HOAX mendapat respons dari warganet dan meinta untuk...