AYOJAKARTA.COM - Pasca menguaknya kasus penganiayaan yang dilakukan oleh anak dari Rafael Alun Trisambodo seorang Direktorat Jenderal Pajak (DJP), status harta kekayaannya pun menjadi sorotan.
Pasalnya Mario Dandy anak Rafael Alun kerap kali terlihat memamerkan harta kekayaan ayahnya tersebut, misalnya mobil Jeep mewah Rubicon.
Tindakan Mario Dandy ini berimbas pada harta ayahnya Rafael Alun trisambodo yang diperiksa oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).
Baca Juga: Ternyata Ini Kriteria Cawapres Anies Baswedan di Pilpres 2024, Ada yang Bisa Tebak?
Menurut KPK, ada kejanggalan dalam status kepemilikan harta Rafael Alun Trisambodo, bahkan tercium adanya dugaan TPPU (tindak pidana pencucian uang).
Terkait dugaan KPK tersebut, seakan berimbas kepada pejabat Kementerian Keuangan lainnya, seperti yang disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Dikutip AyoJakarta.com melalui kanal YouTube Metro TV, Sri Mulyani menyebut ada 69 pejabat Kementerian Keuangan yang mana status kepemilikan hartanya belum jelas.
"Irjen wakil Menteri keuangan sudah menyampaikan ada 69 pegawai Kementerian Keuangan yang kita kategorikan sebagai resiko tinggi," ungkap Sri Mulyani.
Seolah menjadi turut dipertanyakan terkait kepemilikan hartanya, Sri Mulyani pun memberikan klarifikasi atas beberapa aset kekayaan miliknya.
Sri Mulyani menyampaikan beberapa aset yang dimiliki saat ini, baik itu yang berasal dari warisan suaminya maupun dari hasil jerih payahnya.
"Dia (suami) mendapatkan warisan dari orang tuanya, tanah di Tangerang dan itu dibagi dengan saudara-saudaranya," ungkap Sri Mulyani.
Selain itu, Sri Mulyani menyampaikan bahwa tanah miliknya di daerah Depok, itu dibeli setelah menikah yang mana saat itu dirinya bekerja sebagai dosen dan peneliti di LPM.
"Saya setelah menikah dengan suami saya tahun 1988, saya sebagai peneliti di LPM, kita membeli tanah di Pesona Depok, kita cicil dengan Bank, 30 tahun selesai," jelas Sri Mulyani.
Tidak hanya itu, Sri Mulyani menyampaikan terkait rumah mewah yang pernah dibelinya di Maryland Amerika Serikat, itu adalah hasil dari gaji saat dirinya bekerja di World Bank.
"Kita memutuskan ini ada rumah yang sedang dijual, kemudian saya lihat cicilan tiap bulannya, salary saya di managing Director itu masuk," ujar Sri Mulyani.
"Besoknya saya langsung ke lawyer tanda tangan, maka rumah itu langsung menjadi milik saya dengan cicilan saya bayar dari gajinya," sambungnya.***
Share this article
Seolah menjadi turut dipertanyakan terkait kepemilikan hartanya, Sri Mulyani pun memberikan klarifikasi atas beberapa aset kekayaan miliknya