AYOJAKARTA.COM - Dicalonkan sebagai calon presiden dari sejumlah partai besar, sosok Anies Baswedan semakin menjadi sorotan.
Meski namanya sering disebut oleh media, tidak banyak masyarakat yang mengetahui sisi paling menyedihkan dalam hidup Anies Baswedan.
Menjalani peran sebagai Suami, ayah sekaligus mahasiswa dalam waktu bersamaan membuat Anies Baswedan menjumpai banyak pengalaman.
Pengalamannya saat tinggal di negeri orang dalam situasi ekonomi terbatas, justru membuatnya berhasil melewati rintangan hingga benar-benar tuntas.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh mantan Gubernur DKI Jakarta periode tahun 2017 hingga 2022 dalam satu siniar.
Setiap bulan selama menatap di negeri orang, Anies mengakui hanya memiliki uang sebesar 300 dolar AS yang harus dijadikan biaya hidup untuk anak serta istrinya.
“Kami dapat uang saku sebesar 970 dolar, tapi 640 dolarnya langsung dipakai buat apartemen, sisanya 300 dolar,” ujar Anies mengenang masa-masa sulit, demikian seperti dikutip AyoJakarta.com dari kanal Youtube Anies Baswedan pada Kamis, 2 Februari 2023.
Karena tidak punya banyak pilihan, Anies kemudian menghabiskan waktu hingga 20 jam setiap hari untuk belajar serta bekerja.
“Saya jualan online, sebelum jualan online itu ramai, saya sudah jualan online, dan saat itu eBay juga masih baru sekali,” ujar Anies.
Bermodal uang yang terbatas, Anies mencari barang untuk kembali dijual secara online, dari mesin cuci juga sempat menjual kasur sempat ia jual.
“Kalau hari Jumat dan Sabtu saya hunting barang garage sale, saya beli, rapikan, saya foto, saya scan, saya upload kemudian saya jual,” imbuh Anies.
Bukan sekedar berjualan online, Anis bahkan sempat menjadi perawat dan pembersih kotoran Caterpillar di sebuah laboratorium Biologi.
“Tau caterpillar kan? Ulat sebelum jadi kupu-kupu, tugas saya adalah membersihkan kotorannya,” jelas Anis tanpa sungkan.
Setiap hari selama musim panas, Anies Baswedan dengan tekun melakukan perawatan dan membersihkan kotoran caterpillar yang jumlahnya mencapai 1.200.
Situasi sulit yang dialami Anies dan keluarga selama menetap di luar negeri dengan banyak keterbatasan justru menjadikannya tidak mudah menyerah.
“Itu berjalan bertahun-tahun, tapi itu yang kemudian menempa untuk tahan, tabah, tuntas serta tidak mudah menyerah,” jelas Anies.
Meski terbilang menjijikan dan tidak menyenangkan, dari setiap kendala yang dialami Anies pada akhirnya membuahkan hasil yang positif.
Hal lain dari situasi sulit, menurut Anies tidak lain adalah sebuah bentuk pembekalan bagi seseorang untuk menghadapi tantangan di masa mendatan.
“Hikmah itu datangnya besok, nggak mungkin hikmah datang kemarin, karena hikmah datangnya besok, just do it, learn from it!” pesan Anies.***

Share this article
Menjalani peran sebagai Suami, ayah sekaligus mahasiswa dalam waktu bersamaan membuat Anies Baswedan menjumpai banyak pengalaman.