AYOJAKARTA.COM-- Akibat ledakan petasan yang terjadi di Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok, Kab Blitar Jawa Timur sejumlah kerusakan terlihat jelas pagi ini.
Sedikitnya rumah yang rusak mencapai 25 buah dalam kecelakaan yang terjadi Minggu malam (19/2/2023) tersebut.
Ledakan petasan yang terjadi pada Minggu malam (19/2) sekitar pukul 23.00 WIB tersebut mengagetkan warga desa Karangbendo yang sedang bersantai di rumah.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube resmi Metro TV pada (20/2) diketahui ledakan petasan tesebut mengakibatkan puluhan rumah porak poranda dan memakan korban jiwa, serta korban luka.
Video tersebut menunjukan perubahan warna merah di langit akibat ledakan, serta beberapa warga yang sedang mencari korban di puing-puing bangunan.
Baca Juga: Ledakan Blitar Menewaskan 4 Orang Korban Jiwa Serta 20 Rumah Rata
Awalnya warga desa menduga suara yang dihasilkan dari ledakan yang diduga petasan tersebut merupakan suara petir, namun warga merasa janggal karena tidak sedang terjadi hujan.
Ketua RT setempat, Juni Arifin mengatakan ledakan yang diduga petasan tersebut sangat keras, selain itu suara dan getaran yang dihasilkan mencapai radius 2 km dari lokasi kejadian.
“Di dalam rumah saya kira kan ada petir atau apa, yang jadi tanda tanya kan ngga hujan kok ada petir, semua kan langsung keluar ke jalan,” kata Juni Arifin dari tempat kejadian.
Dari kejadian tersebut terdapat 25 rumah rusak, empat orang tewas, dan enam warga terluka akibat ledakan yang diduga diakibatkan oleh petasan itu.
Informasi tersebut disampaikan oleh AKBP Argowiyono selaku Kepala Kepolisian Resor Blitar Kota yang dikutip AyoJakarta.com dari akun Instagram @mimi.julid.
Ledakan yang diduga diakibatkan oleh petasan tersebut sangat dahsyat sampai membuat beberapa bagian tubuh korban terpisah dari badannya dan tertimbun di puing puing bangunan.
Dalam video tersebut juga terlihat rumah pemilik petasan bernama Darma yang sudah hancur rata dengan tanah setelah ledakan yang terjadi pada Minggu malam.
Pihak berwenang menduga ledakan yang meratakan puluhan rumah di Dusun Sadeng tersebut terjadi akibat terbakarnya bahan peledak yang disimpan korban di dalam rumahnya.
Tim dari BPBD dibantu pihak Kecamatan dan koramil setempat juga telah mendirikan posko bantuan di lokasi beberapa jam setelah kejadian.
Diduga masih ada korban jiwa maupun korban luka lainnya yang masih tertimbun reruntuhan bangunan akibat kejadian tersebut.
Hingga saat ini pihak berwajib masih terus melakukan upaya evakuasi pada korban yang diduga tertimbun material bangunan.***

Share this article
Awalnya warga desa menduga suara yang dihasilkan dari ledakan yang diduga petasan tersebut merupakan suara petir