AYOJAKARTA.COM - Kabar perjanjian antara Sandiaga Uno dan Anies Baswedan serta Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tengah ramai diperbincangkan.
Perjanjian politik ini diungkap oleh Sandiaga Uno beberapa waktu lalu.
Ia menyebutkan ada perjanjian atau kesepakatan antara Prabowo Subianto dengan Anies Baswedan terkait pemilihan presiden atau Pilpres.
Hal tersebut disampaikan Sandiaga Uno saat menjadi tamu di YouTube Akbar Faizal, Kamis 26 Januari 2023.
Dalam video itu, Akbar Faizal bertanya soal beredarnya potongan video Anies Baswedan bicara tak akan maju Pilpres jika Prabowo juga maju sebagai capres.
Menanggapi pernyataan Sandiaga Uno, Anies Baswedan buka suara.
Di mana perjanjian tersebut terjadi setelah Pilkada DKI 2017 bahwa ia mengatakan akan fokus untuk Jakarta selama lima tahun.
"Saya akan full mengikuti Jakarta dan karena itu saya tidak ikut Pilpres," kata Anies Baswedan saat menjadi bintang tamu di YouTube Merry Riana dikutip ayojakarta.com, Sabtu (11/2/2023).
"Saya bilang no, saya akan fokus pada Jakarta dan rekaman itu ada, namanya debat," kata Anies Baswedan.
Baca Juga: CEK Fakta! Tak Cuma 50 M, Ternyata Punya Utang Rp 92 M, Anies Baswedan: Uangnya Bukan dari Pak Sandi
Menurutnya ia akan fokus pada DKI selama lima tahun pada waktu itu.
Namun pada tahun 2018 Prabowo Subianto mengajak Anies Baswedan menjadi cawapres.
"Pak Prabowo terima kasih untuk undangannya, ini sebuah kehormatan. Tetapi saya punya komitmen untuk menyelesaikan pemerintah di Jakarta selama lima tahun. Mengingat janji saya kepada warga masyarakat Jakarta," kata Anies Baswedan.
Tak hanya itu, ia juga terikat kontrak politik di mana ia harus menandatangani perjanjian dengan masyarakat jaringan miskin kota di Jakarta, kampung akuarium serta janji kepada pedagang kaki lima yang harus ditunaikan.
Pada akhirnya, Anies Baswedan berkomitmen untuk menyelesaikan janji-janji yang sudah ditandatanganinya bersama masyarakat Jakarta pada waktu itu.
Ia khawatir jika janji tersebut tidak ditepati sesuai dengan kesempatan yang ada, Anies Baswedan takut nantinya masyarakat tidak akan percaya pada proses demokrasi.
Oleh karena itu, ia harus bertanggung jawab pada janji-janji politiknya tersebut selama lima tahun.
Anies Baswedan juga menjelaskan bahwa janji tersebut hanya berlaku selama lima tahun setelah itu ia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya mengingat ada banyak proses yang dilaluinya baik itu kembali berpolitik, mengajar dan sebagainya.
Ia juga bersyukur karena janji tersebut sudah ditunaikan pada masyarakat Jakarta.***

Share this article
Berikut penjelasan Anies Baswedan terkait janji politik yang disampaikan Sandiaga Uno terkait Pilpres.